Imam Syihabuddin Ahmad Ibnu Hajar Al-Haitami (909-974 H) dalam kitab Ni’matul Kubro halaman-19 menceritakan bahwa: Saat Rasulullah masih dalam kandungan ibundanya, Tepatnya di Usia kandungan menginjak satu bulan yakni pada Bulan Rojab Al-Ashom, suatu malam di saat sayidah aminah terlelap tidur, tiba-tiba datang kepadanya seorang laki-laki yang indah wajahnya, semerbak harum baunya dan diliputi cahaya yang berkemilauan. Lelaki itu berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad SAW. Salam sejahtera Allah SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aminah lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Adam AS., bapaknya seluruh umat manusia”. Lalu Nabi adam memberi kabar gembira dengan mengatakan: berbahagialah engkau ya aminah. Sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung Junjungan seluruh umat manusia.
Pada bulan kedua dikandung, yaitu Sya'ban bermimpi didatangi oleh Nabi Idris, (dalam keterangan lain Nabi Syit).
Pada bulan ketiga dalam kandungan, yaitu Romadhon, bermimpi didatangi oleh Nabi Nuh.
Pada bulan keempat, yaitu Syawwal, bermimpi didatangi oleh Nabi Ibrohim.
Pada bulan kelima, yaitu Dzul-Qo'dah, bermimpi didatangi oleh Nabi Ismail.
Pada bulan keenam, yaitu Dzul-Hijjah, bermimpi didatangi oleh Nabi Musa.
Pada bulan ketujuh, yaitu bulan Muharrom, beliau bermimpi didatangi oleh Nabi Dawud.
Pada bulan kedelapan, yaitu bulan Shofar, bermimpi didatangi oleh Nabi Sulaiman.
Dan pada bulan kesembilan Rosululloh dikandung, yaitu bulan Robi'ul Awwal, Sayyidah Aminah bermimpi didatangi oleh Nabi Isa putra Maryam.
Semua memberikan kabar dengan gembira mengucapkan selamat kepada Sayidah Aminah karena akan lahir dari rahim beliau sosok nabi akhir zaman yang agung dan mulia sebagai rahmatan bagi seluruh alam.
Seluruh Nabi yang datang juga berpesan agar bayi yang dikandung bila lahir nanti agar diberi nama Muhammad.
Beberapa hari sebelum Rasulallah dilahirkan yakni pada malam tanggal 1 bulan robiul awal Allah SWT melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa kepada Sayyidah Aminah, sehingga Beliau merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Pada malam tanggal 2 datang seruan berita gembira kepadanya bahwa sebentar lagi dirinya akan mendapati anugerah agung yang luar biasa dari Allah SWT.
Pada malam tanggal 3 datang seruan memanggil kepadanya ”Wahai Aminah, sudah dekat saatnya Engkau akan melahirkan Nabi Agung Rasulullah Muhammad SAW yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Allah SWT”.
Pada malam tanggal 4 Sayyidah Aminah mendengar beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan sangat jelas sekali.
Pada malam tanggal 5 Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabiyyullah Ibrahim AS Khalilullah.
Pada malam tanggal 6 Sayyidah Aminah melihat cahaya Rasulullah SAW memenuhi segala penjuru alam semesta.
Pada malam tanggal 7 Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira, sehingga kebahagiaan dan kedamaiannya semakin memuncak.
Pada malam tanggal 8 Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut sangat jelas mengumandangkan ”Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat saat kelahiran Nabi Agung Kekasih Allah SWT Pencipta alam semesta..”
Pada malam tanggal 9 Allah SWT semakin mengucurkan limpahan Belas Kasih Sayangnya kepada Sayyidah Aminah, sehingga tidak ada sedikitpun rasa sedih, susah atau sakit dalam diri dan jiwa Sayyidah Aminah.
Pada malam tanggal 10 Sayyidah Aminah melihat tanah Thoif dan Mina ikut bergembira ria menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW.
Pada malam tanggal 11 Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.
Pada malam 12 Bulan Rabi’ul Awwal, langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun, saat itu Sayyid Abdul Muthalib sedang bermunajat kepada Allah SWT di sekitar Ka’bah, dan Sayyidah Aminah sendirian di rumah, tanpa ada seorangpun yang menemaninya, tiba-tiba Beliau Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah, dan perlahanan-lahan muncul empat wanita yang sangat anggun dan cantik yang diliputi cahaya yang memancar berkemilauan serta semerbak harum wewangian memenuhi seluruh ruangan.
Perempuan mulia tersebut adalah sayidah Hawa duduk di sebelah kanan beliau, sayidah Sarah duduk di sebelah kiri beliau, sayidah Asiyah binti muzahim duduk dibagian belakang dan sayidah Maryam ibunda Nabi Isya AS., Maka, keempat wanita suci mulia dan agung di sisi Allah SWT tersebut kemudian merapat dan mengelilingi Ibunda Rasulullah Muhammad SAW., Sayyidah Aminah Binti Wahab, sehingga Ibunda Rasulullah SAW semakin merasakan kedamaian dan kebahagiaan dalam jiwanya. Kebahagiaan dan keindahan yang dialami oleh Ibunda Rasulullah SAW saat itu, tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.
Dengan penuh rasa syukurnya kepada Allah subhanahu wa ta'ala, abu Tholib yang ketika itu mendengar bahwa cucunya telah lahir ke dunia, maka kemudian abu Tholib segera mendatangi Aminah untuk menggendong dan membawanya berkeliling di Ka'bah dan kemudian memerintahkan kepada seluruh anak buahnya untuk memotong beberapa unta dan kambing untuk pesta merayakan syukuran atas kelahiran cucu kebanggaannya.
Lantas Siapakah orang pertama kali yang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW? Orang yang pertama kali mengadakan seremonial maulid nabi adalah seorang penguasa Irbil, yaitu Raja Muzhaffar Abu Said Kuukuburi bin Zainuddin Ali ibn Buktitin, salah seorang raja yang mulia, agung, dan dermawan. Dia juga memiliki rekam jejak yang bagus. Dan, dia lah orang yang meneruskan pembangunan Masjid al-Muzhaffari di kaki gunung Qasiyun, seorang pengusaha sukses yang begitu cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW.










