Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Kaifiyah Tarawih

Urutan Ayat dan kesesuaian Raka'at;

اَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

وَالْعَصْرِۙ

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ

لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ

اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ

Do'a setelah Tarawih:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنْ، وَلِلْفَرَآئِضِ ؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكاَةِفَاعِلِيْنَ، وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأَخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَآءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آَكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفَّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مَنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Do'a Qunut:

للّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ برحمتك شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Do'a setelah Witir:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ﴿ ٣ ﴾ سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

أشْهَدُ أَنْ لآَ إِلَهَ إِلاَّ اللهْ أَسْتَغْفِرُ اللهَ   

نَسْأَلُكَ رِضَاكَ و الْجَنَّةَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفَوٌّ كَرِيمْ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا ﴿ ٣ ﴾ يَا كَرِيمَ

 

أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Golongan manusia istimewa

Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk berjuang tidak hanya pada satu lini (jalan usaha) kehidupan, tetapi merambah ke berbagai lini dengan satu tujuan mulia yaitu memperjuangkan agama Islam.

Hal ini selaras dengan pesan Nabi Ya’qub kepada anak-anaknya:

يا بني لا تدخلوا من باب واحد وادخلوا من أبواب متفرقة

"Wahai anak-anakku, janganlah kalian masuk dari satu pintu saja, tetapi masuklah dari berbagai pintu yang berbeda."

Namun, perjuangan ini harus tetap dalam bingkai keimanan dan Islam. Tujuan hidup dan mati kita adalah membawa iman hingga akhir hayat, sebagaimana peringatan dalam Al-Qur'an:

يا بني إن الله اصطفى لكم الدين فلا تموتن إلا وأنتم مسلمون

"Wahai anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim."

Setiap muslim tentu mendambakan menjadi golongan yang istimewa, tetapi menjadi golongan istimewa tentu tidak semuanya bisa menggapai. Allah SWT berfirman:

وقليل من عبادي الشكور

"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur."

Dan para pemenang sejati yang lebih dahulu dalam kebaikan:

والسابقون السابقون... وقليل من الآخرين

"Dan orang-orang yang lebih dahulu (berbuat kebaikan), mereka itulah yang terdepan… dan sedikit dari mereka yang kemudian."

Namun, sudahkah kita layak menjadi bagian dari golongan yang istimewa ini? Jika belum, seyogianya kita mengukur kemampuan diri, berusaha dengan sungguh-sungguh menjadi baik terlebih dahulu, meskipun belum sempurna atau istimewa.

1. Langkah awal adalah menjadi bagian dari golongan umum yang telah memenuhi kewajibannya dan tetap menjaga dzikir kepada Allah:

فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون

"Apabila sholat telah ditunaikan, maka bertebaranlah di muka bumi dan carilah karunia Allah, serta ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."

2. Sedikit demi sedikit, kita harus meningkatkan diri dari golongan yang umum menjadi golongan yang lebih baik. Golongan ini tidak hanya mengerjakan kewajiban, tetapi juga menambah amalan (Sunnah) dzikir kapan pun dan dalam keadaan apa pun:

فإذا قضيتم الصلاة فاذكروا الله قياما وقعودا وعلى جنوبكم

"Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat, berdzikirlah kepada Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring."

Dalam Tafsir Al-Jalalain disebutkan bahwa golongan ini memperbanyak tasbih, tahlil, dan dzikir dengan keadaan semampunya, baik berdiri, duduk, atau bahkan saat berbaring. Tentu saja, jumlah golongan ini lebih sedikit dibandingkan golongan pertama, karena melibatkan usaha yang lebih besar.

3. Tahapan terakhir adalah menjadi golongan yang sepenuhnya mendedikasikan dirinya untuk ketaatan. Allah SWT berfirman:

فإذا فرغت فانصب

"Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras."

Dalam Tafsir Al-Jalalain, ayat ini dipahami sebagai perintah untuk tetap bersungguh-sungguh dalam doa dan ibadah setelah menyelesaikan urusan dunia. Golongan ini tentu jauh lebih sedikit karena melibatkan pengorbanan pribadi yang lebih besar.

Kita perlu mengukur kapasitas dan kemampuan kita dalam mengemban tanggung jawab ini, sebagaimana kita mengelola penyimpanan data yang terbatas. Jika kapasitas kita kecil, maka kita harus bersiap untuk terus memperbaiki diri atau meningkatkan "penyimpanan spiritual" dengan usaha dan doa yang lebih besar.

لكل زمان رجال ولكل مقام مقال

"Setiap zaman memiliki tokohnya, dan setiap tempat memiliki pembahasannya."

Maka, mari kita berusaha sesuai kemampuan, namun tetap berdoa dan berharap agar Allah menjadikan kita bagian dari golongan yang istimewa.


Author: Ust. Wahyudi

Zamzam Air terbaik Dunia

Air zam-zam ada merupakan air warisan nabi Ismail As., yang tidak berubah sepanjang zaman, air zam-zam merupakan salah satu air terbaik dari seluruh sumber yang ada di bumi, berikut kami sajikan beberapa manfaat dan khasiat air zam-zam:

  1. Air terbaik di Bumi. Rasulullah SAW. Bersabda, "Sebaik-baiknya air di muka bumi ini ialah air zamzam." (H.R Ahmad).
  2. Air zamzam dapat mengampuni dosa-dosa. Rasulullah SAW. Bersabda, "Siapa yang mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali (tawaf), sholat di belakang makam Ibrahim, dan meminum air zamzam niscaya akan diampuni semua dosanya," (H.R al Wahidi).
  3. Mewujudkan segala sesuatu sesuai niatnya. Rasulullah SAW. Bersabda, "Air zamzam itu berkhasiat sesuai dengan apa yang diniatkan" (H.R Ibnu Majah).
  4. Mengobati segala macam penyakit. Rasulullah SAW Bersabda, "Air zamzam itu berkhasiat sesuai dengan apa yang diniatkan. Jika engkau meminumnya dengan niat meminta kesembuhan maka Allah akan menyembuhkanmu, dan jika engkau meminumnya dengan niat agar dahagamu hilang maka Allah akan menghilangkan dahagamu. Ia adalah galian jibril dan siraman Allah kepada Ismail" (H.R Ibnu Abbas dan Al Hakim).
  5. Dapat menghilangkan kemunafikan. Rosulullah bersabda, "Meminum air zamzam sampai puas bisa menghilangkan kemunafikan" (HR Ibnu Abbas).
  6. Dapat membedakan muslim dengan orang munafik. Rasulullah SAW, bersabda "Yang membedakan kita dengan orang munafik ialah bahwa mereka tidak meminum dan merasakan air zamzam sampai puas" (HR Ibnu Majah).
  7. Terdapat banyak berkah. Rasulullah SAW, bersabda "Ia (air zamzam) mengandung banyak berkah dan bisa menghilangkan rasa lapar" (HR Ahmad).
  8. Sebagian dari ibadah. Rasulullah SAW, bersabda "Melihat air zamzam adalah ibadah, ia (air zamzam) dapat menghapus berbagai dosa dan kesalahan, dan salah satau keutamannya adalah bahwa barangsiapa yang memercikannya ke kepala tiga kali maka dia tidak akan terkena penyakit"

Hukum dan Pelaksanaan Aqiqah

Aqiqah:

Ajaran tentang aqiqah sudah sangat terang-benderang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Dalam salah satu sabdanya beliau mengatakan, bahwa seorang bayi itu tergadaikan dengan aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelih hewan dicukur rambutnya dan diberi nama.

الْغُلاَمُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ اْلسَّابِعِ وَيُحْلَقُ رَأْسَهُ وَيُسَمَّى

"Seorang anak tergadaikan dengan (tebusan) aqiqah yang disembelih untuknya di hari yang ke tujuh, dicukur rambut kepalanya dan diberi nama".

Pesan penting yang ingin dikatakan dalam hadits tersebut adalah anjuran untuk mempublikasikan kebahagian, kenikmatan, dan nasab. Dengan demikian aqiqah adalah salah satu (Sunnah) bentuk taqarrub kepada Allah dan manifestasi rasa syukur kepada-Nya atas karunia yang telah dilimpahkan.

Telah disebutkan dalam Kitab Fathul Qorib

والعقيقةمستحبة وهي الذبيحة عن المولود يوم سابعه ويذبح عن الغلام شاتان و عن الجارية شاة،ويطعم الفقراء والمساكين

Aqiqah hukumnya sunah, secara bahasa Aqiqoh adalah nama rambut yang berada di atas kepala anak yang dilahirkan. secara syara’ adalah binatang yang disembelih sebab bayi yang dilahirkan pada hari ketujuh hingga anak tersebut baligh, Disunnahkan menyembelih dua ekor kambing sebagai aqiqah untuk anak laki-laki, dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Bagi orang yang melaksanakan aqiqah, maka harus memberi makan kaum faqir dan kaum miskin.

Tentunya ketentuan-ketentuan dan kriteria tentang kambing yang bagaimana yang layak dijadikan sebagai aqiqoh sama dengan kambing yang layak untuk berkurban.

Dalam kitab Kifayatul Akhyar dikatakan bahwa menurut pendapat yang paling sahih (al-ashshah) aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing (al-ghanam). Namun pendapat lain menyatakan, yang paling utama adalah aqiqah dengan kambing sesuai bunyi hadits yang ada (li zhahiris sunah).

وَالْأَصَحُّ أَنَّ الْبَدَنَةَ وَالْبَقَرَةَ أَفْضَلُ مِنَ الْغَنَمِ وَقِيلَ بَلِ الْغَنَمُ أَفْضَلُ أَعْنِي شَاتَيْنِ فِي الْغُلَامِ وَشَاةً فِي الْجَارِيَةِ لِظَاهِرِ السُّنَّةِ

“Menurut pendapat yang paling sahih, aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing. Namun dalam pendapat lain dikatakan bahwa aqiqah dengan kambing lebih utama, yang saya maksudkan adalah dengan dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan, karena sesuai dengan bunyi sunah,” (Lihat Taqiyuddin Al-Hushni, Kifayatul Akhyar fi Halli Ghayatil Ikhtishar, Beirut, Darl Fikr, halaman 535).


Do'a menyembelih hewan aqiqah:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] اللهم تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ ...

Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya … (sebutkan nama bayi).


Do'a mencukur rambut bayi:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللهم نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ, اللهم سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasululullah SAW, dan segala puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam.


Do'a meniup ubun-ubun bayi setelah dicukur:

اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.


Do'a Walimah Aqiqoh:

اللهم احْفَظْهُ مِنْ شَرِّالْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُوْدَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ أَلنَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتَنَا مِنْ حُقُوْقِ رُبُوْبِيَّتِكَ الْكَرِيْمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللهم اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَا تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ

"Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela".

Kewajiban orang tua terhadap Anak

Kewajiban orang tua terhadap Anak.


حَقِّ الْوَلَدِ عَلَى الْوَالِدِ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ: أَنْ يُحْسِنَ اِسْمَهُ إِذَا وُلِدَ، وَيُعَلِّمَهُ الْكِتَابَ إِذَا عَقَلَ، وَيُزَوِّجَهُ إِذَا أَدْرَكَ.

“Hak anak atas orang tuanya ada tiga: diberikan nama yang baik ketika lahir, diajarkan al-Quran ketika sudah berakal (tamyiz) dan menikahkanya ketika sudah menemukan.”

Anak adalah amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Orang tua wajib mendidik anak-anaknya menjadi saleh, patuh, dan berbakti kepada Allah SWT. Anak itu ibarat pohon melati, jika tidak diberi lanjaran sejak kecil, maka tingginya akan berkelok tidak beraturan. Orang tua dapat menangis karena bahagia melihat anak-anaknya saleh berprestasi. Sebaliknya orang tua juga bisa menangis karena sikap buruk anak-anaknya.

Sehingga Allah mengingatkan kepada orang-orang yang beriman dalam firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (١٤) إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ (١٥)

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara isteri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar" (QS At-Taghabun[64]: 14-15).

Tanggung Jawab Pendidikan dan agama Islam memerintahkan pemeluknya untuk menjaga diri sendiri dan juga keluarganya dari berbagai hal buruk yang dapat menjerumuskan pada kerugian di dunia, lebih-lebih kerugian di akhirat. Al-Qur’an berpesan: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (٦)

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS At-Tahrim[66]: 6).

Salah satu instrumen penting dalam menjaga anak dari mudarat-mudarat tersebut adalah melalui pendidikan. Prosesnya dilakukan bisa sejak anak masih bayi. Secara garis besar, pendidikan untuk sang buah hati meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Pendidikan aqidah

Pendidikan aqidah pertama kali melalui lantunan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri ketika anak dilahirkan. Jika dirinci setidaknya terdapat 26 kalimat sebagai bentuk pendidikan aqidah, yaitu:

a. 10 kalimat takbir

b. 3 kalimat syahadat tauhid

c. 3 kalimat syahadat rasul

d. 3 seruan shalat

e. 3 seruan meraih kebahagiaan yang haqiqi

f. 2 pernyataan ditegakkannya shalat

g. 2 kalimat tahlil

2. Pendidikan Ibadah

Sebagaimana masuk dalam 26 kalimat tersebut di atas terdapat 3 kalimat susunan untuk melaksanakan shalat. Ini menunjukkan pentingnya shalat sebagai bentuk ketundukan seorang hamba kepada sang khalik. Sebagai muslim minimal 5 kali sehari semalam menjalankan shalat.

3. Tujuan hidup manusia

Dengan dasar aqidah yang kuat dibarengi dengan istiqamah menjalankan ibadah manusia akan meraih kebahagiaan yang haqiqi, kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Sebagaimana yang terdapat dalam adzan dan iqamah hayya ‘alal falah.

4. Pendidikan akhlak

Pendidikan akhlak pertama kali dikenalkan orang tua melalui ibadah sunnah aqiqah. Sesuai dengan hadits Rasulullah: “Bahwa setiap anak tergadai dengan akikah yang disembelih pada hari ke tujuh kelahiran anak.” (HR. Ahmad).

Dengan akikah diharapkan seorang anak akan memberikan pertolongan kepada orang tuanya kelak di hari kiamat. Tentu orang tua pun berkewajiban mendidik kesalehan anak sehingga menjadi ahli surga yang dapat menyelamatkan orang tuanya.

5. Pendidikan ekonomi

Selain sebagai pendidikan akhlak, akikah juga mengandung nilai pendidikan ekonomi. Sebab binatang akikah merupakan hasil kerja keras orang tua. Dan cara memperolehnya haruslah dengan cara yang halal.

6. Pendidikan kesehatan

Pentingnya makan makanan yang baik dan halal adalah terciptanya kesehatan diri baik jasmani maupun rohani. Doa Orang Tua untuk Anak dan Keturunannya Setiap orang tua tentu menginginkan buah hati yang sempurna, sehat jasmani rohani, cerdas, berbudi, shaleh dan berprestasi.

Semua itu sebenarnya telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim As. yang tercantum dalam Al-Qur’an. Diantaranya adalah tentang:

1. Memohon keturunan yang soleh

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (١٠٠)

“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh” (QS Ash-Shaffat: 100).

2. Memohon lingkungan yang aman dan ketauhidan

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَ (٣٥)

“…dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala” (QS Ibrahim: 35)

3. Doa agar istiqamah menjalankan shalat

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ (٤٠)

“Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku” (QS Ibrahim: 40).

4. Doa agar diberikan kecukupan rezeki

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (١٢٦)

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafir pun aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali" (QS al-Baqarah: 126).

5. Mendoakan keturunan menjadi pemimpin 

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ (١٢٤)

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji. Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim" (QS al-Baqarah: 124).