Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Risalah yang didustakan

Semua orang yang membawa risalah ALLOH pasti dimusuhi.

Demikian dikatakan Waraqah bin Naufal kepada Nabi Muhammad:

لَم يَأتِ رَجُلٌ مِثْلَ مَا جِئْتَ بِهِ اِلَّا عُوْدِيَ

Orang yang membawa risalah seperti yang engkau bawa ini pasti dimusuhi.

Disebutkan dalam Al-Qur'an:

من كان عدوا لجبريل فإنه نزله على قلبك.

Mengapa malaikat Jibril dimusuhi?.

Jawabannya:

فإنه نزله على قلبك

Karena Malaikat Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu secara berangsur-angsur. 

Wong wis wani ngaji nyebar ilmu agomo, kudu siap dimusuhi. Ananging ojo golek musuh.

Itu adalah sunnah ALLOH yang pasti akan terjadi. 

Rosululloh disebutkan:

أفإن مات أو قتل انقلبتم على عقبيه

Apakah bila Nabi Muhammad mati (wafat) atau dibunuh, maka kalian akan kembali berpaling.

Sehingga diriwayatkan bahwa Rosululloh pernah disihir dan diracun oleh orang Yahudi. Berbagai perencanaan pembunuhan oleh orang-orang kafir. 

وكذلك جعلنا لكل نبي عدوا من المجرمين

وكذلك جعلنا لكل نبي عدوا شياطين الإنس والجن

Akan tetapi, ALLOH tetap melindungi Rosululloh.

والله يعصمك من الناس.

إنا كفيناك المستهزئين.

Begitu pula orang-orang yang mengikuti jalan Rosululloh, pasti akan dilindungi oleh ALLOH.

وكفى الله المؤمنين القتال.

Dan akhirnya, semoga kita semua dilindungi oleh ALLOH dalam berjuang untuk agama ini.

Menjaga relasi di langit dan di bumi

Banyak kisah yang kita baca dan dengar dari banyak orang yang bertutur tentang sahabat atau kenalannya tentang sebuah kebajikan, kemudian merasa ingin membalas kebaikan. Bahkan menginspirasi penerima kebaikan untuk melakukan kebaikan yang serupa.

Begitupun Kejahatan dan Kenakalan. Banyak kisah tentang korban Bullian yang mendera seseorang yang kemudian berbuah ketidak nyamanan dalam bergaul dan bahkan berakhir dengan bunuh diri.

Betapa perbuatan baik dan tidak baik itu berkesan, dan bahkan mempengaruhi interaksi sosial antara sesama di kemudian hari.

Bahwa kebaikan kelak akan kembali kepada yang menanam, begitupun keburukan juga dipercaya akan kembali berpulang kepada pemiliknya. Orang yang menerima kebaikan akan cenderung melakukan hal yang serupa dan selalu komitmen dengan kebaikanya, sebaliknya juga demikian.

Maka, sesiapapun kamu jangan pernah lupa ketika kita berada ‘di atas’. Saat karir dan posisi kamu berada pada puncaknya, tetaplah berbaik kepada sesama, kepada lingkungan, kepada sahabat-sahabat kita terutama kepada orang yang berjasa lebih ditengah masa sulitmu mendera.

Ingat Tetaplah membumi. Berkompetisilah dalam kebaikan kepada sesama dengan tetap merajut ukhuwah langit dan di bumi. Sebab hidup ini terus berputar, ada saatnya kita akan selesai dan kembali turun ke bawah, dimana pada saat itu, merekalah yang akan menjadi kawan bergaul kamu seperti sedia kala.

Allah SWT. mengajarkan kepada kita untuk saling memberi penghormatan yang lebih baik dari yang diberikan oleh orang lain yang serupa dan atau setimpal. 

‎وَإِذا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْها أَوْ رُدُّوها

Apabila kalian diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik darinya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). (An-Nisa: 86)

Dan pada saat sedang jatuh, janganlah berputus asa, teruslah berusaha untuk kembali meraih kesuksesan, dengan tetap menjaga relasi dengan langit. Karena apa yang kita raih saat ini akan kita pertanggung-jawabkan kelak pada Allah dihari kemudian.

Mintalah Hanya Kepadaku

Jika engkau mengetuk pintu rumah orang (manusia) boleh jadi penghuninya sedang tidak ada atau pemilik rumah sedang dalam  kesibukannya dan begitupun ketukan ketukan selanjutnya yang ada hanyalah kesia-siaan belaka... Jika itu terus kamu lakukan bisa jadi pemilik rumah akan semakin naik amarahnya.

Begitulah yang terjadi ketika engkau meminta dan berharap kepada mahluk yang namanya manusia, jika engkau sering meminta kepadanya mereka akan menjauh dan menganggapmu semakin hina dimatanya.

Tapi ketika pola dan pikirmu kau ubah, hatimu kau cuci dan kembali untuk mengetuk pintu rahmat dan karunia dari  Allah SWT. Allah akan selalu dan dipastikan ada untuk selamanya...

Allah tahu, Allah mendengar akan semua yang menjadi harapanmu jika kamu mengetuk pintuNya, niscaya Allah akan mendengar jeritan hatimu.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْن 

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Maka semakin sering kamu memanggil (mengetuk) nama-Nya, semakin dekat dirimu dan diriNya, semakin intim hubunganmu denganNya, sungguh Allah SWT telah mempersiapkan segala yang indah menurutNya untukmu, hanya terkadang engkau tidak sadari itu dan selalu terburu oleh nafsu su'mu.

وَاِ ذَا سَاَ لَـكَ عِبَا دِيْ عَنِّيْ فَاِ نِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّا عِ اِذَا دَعَا نِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila dia berdo'a kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186).


يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ


“Wahai Rabb Yang Maha hidup, Wahai Rabb Yang Maha berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan (urusanku) kepada diriku sendiri meskipun hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).”

Optimis akan Rahmat dan Ampunan Allah SWT

Optimis akan Rahmat dan Ampunan Allah SWT.

Oleh:

Zainuddin, M.Pd.


Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang sering berbuat salah, dan yang paling baik dari mereka adalah yang bersegera untuk bertaubat. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:


 كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ 


Artinya;

Seluruh anak Adam sering berbuat kesalahan. Dan yang terbaik dari mereka yang sering berbuat kesalahan adalah yang paling banyak bertaubat (HR. Ibnu Majah no. 4251; Imam Suyuti menilai hadits ini shahih).


Bahkan dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa jika tidak ada lagi manusia pendosa, Allah SWT akan menciptakan makhluk lain yang berbuat dosa dan Allah SWT akan mengampuni mereka. Rasulullah ﷺ bersabda:


لَوْلاَ أَنَّكُمْ تُذْنِبُونَ لَخَلَقَ اللَّهُ خَلْقًا يُذْنِبُونَ يَغْفِرُ لَهُمْ


Artinya;

Seandainya kalian tidak ada yang berdosa, maka Allah akan menciptakan makhluk lagi yang akan berbuat dosa dan akan mengampuni mereka (HR. Muslim no. 2748).


Ampunan dan kasih sayang Allah sangatlah luas. Sebagai seorang mukmin, hendaknya kita tetap optimis dan meyakini bahwa Allah SWT maha mengampuni seluruh dosa-dosa kita.


Maka, langkah pertama agar hati kita tetap merasa tenang dengan taubat adalah optimis bahwa Allah SWT mengampuni dosa kita. Sebagimana Allah berfirman dalam salah satu hadis Qudsiy: 


قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً


Artinya:

Wahai anak Adam! Jika kamu berdo'a dan berharap kepadaKu, maka akan Aku ampuni segala dosa yang ada padamu dan Aku tidak peduli. Hai anak Adam! Jika dosamu setinggi langit dan engkau memohon ampun kepadaKu niscaya Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Hai anak Adam! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa seisi bumi dan engkau menemuiKu (kembali kepadaKu) dengan keadaan tidak menyekutukanKu dengan suatu apapun, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan seisi bumi pula (HR. Tirmidzi no. 3540).


Maksud hadis ini adalah, bahwa Allah SWT sangat menyukai hamba-nya yang bertaubat melebihi senangnya seseorang yang menemukan hartanya yang hilang.


Kita haruslah selalu optimis bahwa dengan bertaubat yang sebenar-benarnya pasti Allah SWT akan diterima dan dosa akan diampuni, karena dalam hadis Qudsiy yang lain Allah berfirman, 


أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي 


Artinya;

Aku sesuai sangkaan hamba-Ku kepada-Ku (HR. Bukhari no. 7505). 


Taubat menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitab Al-Ghunyah, Disebutkan:


أما شروطها فثلاثة: أولها الندم على ما عمل من المخالفات وهو قول النبي صلى الله عليه وسلم الندم توبة. وعلامة صحة الندم رقة القلب وغزارة الدمع ولهذا روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: جالسوا التوابين فإنم أرق أفئدة. والثاني ترك الزلات في جميع الحالات والساعات. والثالث العزم على ألا يعود إلى مثل ما اقترف من المعاصى والخطيئات


Artinya, “Syarat tobat ada tiga:

Pertama, menyesali atas kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan, ini berdasarkan hadis Rasulullah, ‘Menyesali kesalahan adalah tobat’. Tanda dari penyesalan adalah lembutnya hati dan berderainya air mata. Sebab itu, Rasulullah mengatakan, ‘Berkumpullah bersama orang yang bertobat, karena hati mereka lembut’.

Kedua, meninggalkan setiap kesalahan di mana pun dan kapan pun.

Ketiga, berjanji dan berusaha untuk tidak kembali pada dosa dan kesalahan.


Rahmat dan kedermawanan Allah tidak terukur. Walaupun seseorang datang kepada-Nya dengan dosa seisi langit dan bumi, kasih sayang dan ampunan Allah lebih besar dari itu semua.


Allah SWT akan mengampuni semua dosa dengan syarat hamba-nya memohon ampun disertai iman di dalam hati dan menjauhi perbuatan syirik. Sebagaimana firman Allah SWT:


اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا


Artinya;

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar (QS. An-Nisa 48).


Lantas bagaimana Tanda-tanda taubat yang diterima;


Sebagaimana disebutkan dalam kitab Nashaihul Ibad karya Syeikh Nawawi Al-Bantani dijelaskan bahwa tanda diterimanya taubat seorang hamba bisa dilihat dalam 6 Perkara:


1. Orang tersebut akan merasa bahwa dirinya tidak terjaga dari maksiat, sehingga maksiat kemungkinan bisa terjadi kembali. Kemudian dia berusaha untuk menyempurnakan amalnya.


Maksudnya, ia tidak merasa telah suci dan berbangga hati bahwa ia tidak akan pernah berbuat dosa lagi. Hal ini menumbuhkan kehati-hatian dalam berucap, berbuat dan bersikap.


Maka betapa pentingnya menjaga lisan kita:


أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ حِفْظُ اللِّسَانِ


Artinya:

“Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah menjaga lisan.”


2. Dia lebih banyak berempati, berkontemplasi, dan bersenang-senang secukupnya saja. (Bahagia secukupnya)


Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW:


مَنْ أَكْثَرَ ذِكْرَ الْمَوْتِ قَلَّ فَرَحُهُ، وَقَلَّ حَسَدُهُ   


Artinya, “Siapa yang banyak mengingat kematian akan sedikit gembiranya dan sedikit rasa hasudnya,” (HR. Ibnu al-Mubarak).


3. Bergaul dengan orang-orang baik dan menjauhi orang-orang dengan perilaku buruk.


Kita tahu bahwa bersama orang-orang baik akan membuat iman kita bertambah sekaligus mendekatkan kepada kebaikan-kebaikan.


Rasulullah SAW bersabda:

مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً


Artinya;

“Teman yang baik dan teman yang buruk dibaratkan seperti pembawa minyak wangi dan peniup selongsong api. Pembawa minyak wangi akan menghembuskan aroma wangi kepadamu. Sehingga engkau membeli minyak wanginya atau mencium aromanya. Sedangkan peniup selongsong api akan membakar pakaianmu atau engkau mencium bau asap darinya,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).


4. Melihat bahwa harta dunia yang sedikit adalah banyak dan mengambil secukupnya saja.


Selanjutnya, melihat bahwa amal akhiratnya masih sedikit sehingga dia fokus memperbanyak amal akhirat.


التَّفَكُّرُ فِى عَظِمَةِ اللهِ وَجَنَّتِهِ وَنَارِهِ سَاعَةً خَيرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةٍ


Artinya:

“Bertafakkur sejenak tentang keagungan Allah serta tentang surga dan neraka-Nya itu lebih baik dari pada shalat malam.”


5. Lebih banyak meluangkan diri untuk beribadah kepada Allah dan lebih santai dalam memenuhi kebutuhan hidup.


Dia memahami bahwa rezeki sudah dijamin, sehingga ia tetap berikhtiar namun tidak tenggelam dalam kesibukan duniawi.


Maksudnya tidak pernah resah dengan rezeki yang sudah ditetapkan, tetapi resah jika ketaatannya pada Allah belum maksimal.


تَفَكَّرُوْا فِى خَلْقِ اللهِ وَلَا تَفَكَّرُا فِى ذَاتِ اللهِ فَتَهْلِكُوْا


Artinya;

“Bertafakkurlah kalian tentang ciptaan Allah SWT., dan janganlah sekali-kali bertafakkur tentang Dzat Allah, sebab kalian akan celaka.”


6. Lebih bijak dan berhati-hati dalam bertutur kata.


Orang yang diterima taubatnya hanya berbicara hal yang bermanfaat dan menjauhi kesia-siaan. Dia juga banyak bertafakur mengenai keagungan Allah.


إِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ ذُنُوْبًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ كَلَامًا فِيْمَا لَا يَعْنِيْهِ   


Artinya;

“Sesungguhnya orang yang paling banyak dosanya pada hari Kiamat nanti adalah orang yang paling banyak bicaranya dalam hal yang tiada guna.” (HR. Ibnu Nashr).


Oleh karenanya, tidak heran jika menjaga lisan adalah termasuk amal yang paling dicintai Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits;


“Amal yang paling dicintai Allah adalah menjaga lisan,” (HR. Al-Baihaqi)


Kesimpulan

Al-Baqoroh 284


Merasa optimis bahwa rahmat dan ampunan Allah begitu luas kepada hamba-Nya adalah kunci ketenangan hati untuk orang yang bertobat.


Sebagai manusia kita juga perlu sadar bahwa kita tidak sempurna dan rentan melakukan kesalahan. Namun, kita tidak boleh berkecil hati karena Allah Maha Pengampun. 


Hamba yang baik adalah mereka yang berusaha menyempurnakan amal kebaikan dan tidak merasa cukup dengan apa yang diperbuat. Kita juga harus senantiasa berusaha untuk hidup secara seimbang dengan mengejar akhirat dan tidak lupa berikhtiar memenuhi kebutuhan hidup di bumi.

Mutiara yang lekang oleh Zaman

Mutiara yang lekang oleh Zaman

Marilah kita kembali menambah kadar ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan menghindar dari berbagai larangan-Nya dan juga menjauhi berbagai perkara yang dibenci Rasul-Nya. Sesungguhnya hanya dengan taqwalah kita akan menghadapi kehidupan ini secara sempurna.

Tidak selayaknya kita membicarakan keburukan, kema'siyatan demi kemaksiatan yang terjadi di muka bumi ini terus-menerus terjadi. Apalagi kemaksiatan yag terjadi di sekitar kita, yang kerap kali melibatkan orang-orang dekat kita. Alangkah baiknya jika kita mulai melangkah untuk menyelesaikan dan membenahi keburukan itu, tidak sekedar membicarakannya.

Betapa merosotnya keadaan di sekitar kita, hingga berbagai fatwa ulamapun dianggap angin lalu. Guna berbenah itulah kita harus tahu persis akar permasalahan dari keburukan itu. Agar treatmen yang akan diberikan tidak salah sasaran.

Di dalam Kitab Nurul Abshar fi manaqibi an-Nabi al Mukhtar Karya Syaikh Mu'min bin Hasan Asy Syablanji. diceritakan bahwa ketika baginda Rasulullah SAW dalam kondisi sakit di bulan safar, datang kepada Rasulullah SAW seorang malaikat. Kemudia beliau bertanya kepada Malaikat: "Wahai Jibril, akankah engkau masih turun ke bumi setelah aku tiada?" Jawab Jibril As. "Masih Ya Rasulullah, aku akan turun ke bumi untuk mengambil 10 Mutiara hidup sepeninggalnya engkau." Lalu baginda Nabi Muhammad SAW. bertanya kembali: "Mutiara apakah yang engkau akan ambil wahai Jibril?"

Malaikat Jibril lantas Menjawab: 

1. Pertama (الأَوَّلُ) أَرْفَعُ البَرَكَةَ مِنَ الأَرْضِا

Mutiara pertama yang akan kuambil dari muka bumi ini adalah barakah (keberkahan). 

Barokah adalah ziyadatul khair. Yang dapat diartikan ‘bertambah baik’. Artinya, sesuatu itu dianggap memiliki kebarokahan jika memang dapat melahirkan kebaikan dari kebaikan yang lain. Misalkan berdagang yang berkah itu akan menjadikan pelaku / pedagangnya makin intens dan berkualitas dalm bersedekah dan tambah rajin beribadah. Begitu pula ilmu yang barokah itu akan menjadikan pemiliknya berperilaku semakin baik, bukan malah semakin buruk. Ilmu akuntansi yang memiliki barokah tidak akan disalah gunakan oleh pemiliknya untuk berlaku curang dst...

2. Kedua ( وَالثََّانىِ) أَرْفَعُ المَحَبَّةَ مِنْ قُلُوْبِ الخَلْقِ

Mutiara kedua yang akan kuambil dari bumi adalah rasa cinta (Mahabbah) dari hati manusia.

3. Ketiga (وَالثََّالِثُ) أَرْفَعُ الشُّفْقَةَ مِنْ قُلُوْبِ الأَقاَرِبِ 

Mutiara ketiga yang akan kuambil dari bumi ini adalah rasa kasih sayang di antara keluarga.

4. Keempat (وَالرَّابِعُ) أَرْفَعُ العَدْلَ مِنَ الأُمَراَءِ 

Mutiara keempat yang akan kuambil dari bumi ini adalah keadilan di hati para pemimpin.

Mengenai hal ini kita semu telah pandai menilai. Apakah kekuasaan yang ada di sekitaran kita, ditingkat global dan nasional masih ada keadilan para pemimpin kita? Dapatkah disebut ke adilan jika terjadi tebang pilih dalam penegakan hukum dan perilaku perilaku kebermanfaatan lainya? Na’udzubillah min dzalik.

Jika melihat situasi yang ada ini sudahkah malaikat Jibril turun? Dan di mana dia turun?

5. Kelima (وَالخاَمِسُ) أَرْفَعُ الحَياَءَ مِنَ النِّساَءِ 

Mutiara kelima yang akan kuambil dari bumi ini adalah rasa malu dari para wanita-wanita (yang banyak berkata, berpenampilan, dan bersikap tidak pantas). Padahal sesungguhnya rasa malu itu sebagian dari iman.

Kini rasa malu itu telah dirubah menjadi rasa bangga. Seperti misalnya Bangga menjadi perempuan simpanan. Bangga menjadi perempuan yang memiliki gratifikasi terhadap selain muhrim, bahkan sebagian menggunakan alasan seni demi menutupi kemaluan yang telah hilang.

6. Keenam (وَالسَّادِسُ) أَرْفَعُ الصَّبْرَ مِنَ الفُقَراَءِ 

Mutiara keenam yang akan kuambil dari bumi adalah rasa sabar orang-orang fakir (miskin).

Diakui maupun tidak diakui bahwa faktor yang mengondisikan suatu negeri itu miskin dan berkembang tetap aman dan tertata adalah kesabaran para fakir dalam menerima bagian mereka. Namun, ketika golongan fakir miskin ini sudah tidak memiliki kesabaran dengan nasib mereka, maka kesenjangan social bisa berubah menjadi kerusakan dan kekacauan. sebab Do'a mereka tidak terhijab antar langit dan bumi.

7. Ketujuh (وَالسَّابِعُ) أَرْفَعُ الوَرَعَ وَالزُهْدَ مِنَ اْلعُلَماَءِ 

Mutiara ketujuh yang akan kuambil dari bumi adalah sikap Wara' dan Zuhud dari para ulama.

Wara' adalah perilaku cukup dan berhati-hati menjaga diri dari yang syuhbat dan yang haram. Sedangkan zuhud itu (hati) yang tidak mementingkan harta-dunia. Keduanya merupakan ciri seorang ulama. Jika wara' dan zuhud telah hilang dari ulama maka nilai jati dirinya tergores dan nilai keulamannyapun mulai berkurang.

Nampaknya inilah yang terjadi pada ulama kita saat ini. wajarlah jika akhir-akhir ini berbagai fatwa mereka (ulama') tidak di dengar lagi oleh masyarakat. Pengajian-pengajiannya yang ada hanya dianggap sebagai tontonan bukan tuntutan.

8. Kedelapan (وَالثََّامِنُ) أَرْفَعُ السَّخاَءَ مِنَ الأَغْنِياَءِ 

Mutiara kedelapan yang akan kuambil dari bumi adalah dermawannya orang-orang kaya.

Diantara unsur yang dapat melanggengkan sirkulasi kehidupan ekonomi, budaya dan sosial di suatu masyarakat adalah kesabaran para fakir miskin dan kedermawanan orang-orang kaya. Keduanya akan saling mengisi. Namun jika keduanya tidak sinergis maka semua itu lenyap dan harmonisme dalam satu masyarakat dapat hilang tergantikan dengan unharmonism.

9. Kesembilan (وَالتَّاسِعُ) أَرْفَعُ القُرْآنَ 

Mutiara kesembilan yang akan kuambil dari bumi adalah mengangkat Al-Qur'an. Yaitu menghilangkan Al-Qur'an sebagai panduan dalam kehidupan.

Lebih tepatnya menghilangkan ruh al-Qur’an. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi kini makin mempermudah telinga kita mendengarkan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an. melalui mp3, mp4, dan media media online bahkan tafsirnya pun dapat diperoleh dengan mudah. Akan tetapi semangat Al-Qur’an itu sendiri saat ini semakin pudar bersama dengan makin mudahnya mendengarkan Al-Qur’an.

Meski demikian kita harus tetap berusaha memohon kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa agar Jibril tidak tergesa-gesa turun dan mengambil Al-Qur'an dari bumi ini.

10. Kesepuluh (العاَشِرُ) أَرْفَعُ الإِيْماَنَ 

Mutiara kesepuluh yang akan kuambil dari bumi adalah iman. Ini adalah mutiara paling berharga di antara sembilan mutiara lainnya.

Boleh jadi ini adalah urutan mutiara yang paling akhir yang akan diambil oleh Jibril. Sebagaimana struktur teks hadits ini yang memposisikannya paling akhir.

Iman, ada di hati dan kita senantiasa berharap kepada Allah SWT. semoga Allah SWT. menetapkan iman dalam hati kita hingga saat dimana nanti kita kembali kepada-Nya tetap dalam keadaan Istiqomah dengan Iman dan Khusnul Khatimah.

Demikian tulisan ini, semoga saya, kita dan para pembaca yang Budiman dapat mengambil ibroh / pelajaran dari sepenggal tulisan yang saya tulis ini sehingga dapat memberikan dan membumikan kemanfaatan bagi seluruh alam.