Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Sholawat Tarhim

 Sholawat Tarhim:


الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَاإمَامَ الْمُجَاهِدِيْنَ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu, duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah.

الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ اْلهُدَى ۞ يَا خَيْرَ خَلْقِ اللهْ

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu, duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik.


الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ الْحَقِّ يَارَسُوْلَ الله

الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَامَنْ اَسْرَى بِكَ مُهَيْمِنُ لَيْلًا نِلْتَ

۞ مَا نِلْتَ وَالأَنَامُ نِيَامْ

Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu, Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah, Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu, Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi, Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur


وَتَقَدَّمْتَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّ كُلُّ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاَنْتَ الْإِمَامْ

 وَاِلَى الْمُنْتَهَى رُفِعْتَ كَرِيْمًا وَ سَمِعْتَ نِدَاءً عَلَيْكَ السَّلَامْ

يَا كَرِمَ الْأَخْلَاقْ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ

صَلىَ اللهُ عَلَيْكَ ۞ وَ عَلىَ عَلِكَ وَ اَصْحَابِكَ أجْمَعِيْنَ


Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu dan engkau menjadi imam, Engkau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha karena kemulianmu, dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu, Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah, Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.


Kurikulum Prototipe

Terdapat tiga karakteristik utama dalam kurikulum prototipe:

  1. Pengembangan kemampuan non-teknis (soft skills)

Keterampilan non-teknis adalah perkembangan kemampuan dengan EQ dan berkaitan dengan kemampuan bersosialisasi para siswa. Pada kurikulum prototipe, tidak hanya diajarkan pada keterampilan yang berkaitan dengan bidang yang ditekuni siswa saja, tetapi bisa lintas minat.

Bahwa guru diminta untuk memberikan sejumlah tugas atau proyek kepada para murid yang sifatnya bisa lintas mata pelajaran, bahkan lintas peminatan.

Pada kurikulum prototipe, siswa Sekolah Dasar (SD) paling tidak dapat melakukan dua kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Sedangkan siswa SMP, SMA/SMK setidaknya dapat melaksanakan tiga kali penilaian proyek. Namun demikian, sekolah tetap diberikan keleluasaan untuk pengembangan program kerja tambahan.

  1. Berfokus pada materi esensial

Dengan pembelajaran yang difokuskan pada materi-materi esensial, maka ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar, seperti literasi dan numerasi. Dengan begitu, para siswa atau murid tidak tertinggal dalam kemampuan dasar tersebut.

Selain itu, sudah tidak ada lagi jurusan ilmu sosial (IPS), alam (IPA), dan bahasa di jenjang pendidikan SMA. Siswa juga bebas dalam memilih mata pelajaran sesuai dengan yang diminatinya. Hal ini didasarkan pada kurikulum prototipe yang mengedepankan pengembangan karakter dan kompetensi esensial siswa.

Berbeda dengan kurikulum 2013 yang mengenal istilah KI dan KD, pada kurikulum prototipe terdapat istilah Capaian Pembelajaran (CP). CP merupakan satu kesatuan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berkelanjutan, sehingga membangun kompetensi yang utuh.

  1. Memberikan fleksibilitas bagi guru

Guru, dalam hal ini, dapat mengajar suatu hal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh si murid. Fleksibilitas bagi guru, dimaksudkan untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Selain itu, perencanaan kurikulum bagi sekolah pun dapat diatur dengan cara yang lebih fleksibel. Dalam kurikulum prototipe, tujuan belajar ditetapkan per fase, yakni dua hingga tiga tahun, untuk memberi fleksibilitas bagi guru dan sekolah.

Nasihat Pernikahan

 Sebagian orang mengatakan bahwa kehidupan suami istri didasari atas rasa cinta.


Jika hal itu memang benar, maka apabila rasa cinta itu hilang karena suatu hal, maka akan runtuhlah bangunan rumah tangga.


Oleh karena itu, Islam mengajarkan bahwa dalam mempergauli istri bukan dengan cinta tetapi dengan kebajikan.


وعاشروهن بالمعروف


"Pergauilah wanita-wanita itu dengan baik".


Al-Quran mengibaratkan dengan kata ma'ruf (baik, patut), tidak mengibaratkan dengan


وعاشروهن بالوداد أو بالمحبة


Dengan menggunakan kata widad atau hubb (cinta).


Karena kata ma'ruf mempunyai makna lebih luas dari pada kata mahabbah.


Kata Ma'ruf yang mempunyai arti baik atau patut digunakan untuk berbuat baik walaupun terhadap orang yang dibenci. Sedangkan kata Widad yang mempunyai arti cinta digunakan untuk berbuat baik terhadap orang yang dicintai atau terhadap orang yang kita merasa tentram bersamanya.


Hal itu dibuktikan dengan firman ALLOH ketika menjelaskan tentang perintah berbuat baik terhadap orang tua, walaupun keduanya masih dalam kekafiran dan memaksa untuk berbuat syirik, dengan menggunakan kata Ma'ruf:


وصاحبهما في الدنيا معروفا


Setelah menjelaskan paksaan keduanya terhadap kemusyrikan.


وإن جاهداك على أن تشرك بي ما ليس لك به علم فلا تطعهما


Paksaan akan kemusyrikan tentu hal yang dibenci, akan tetapi kita tetap diperintah untuk berbuat baik kepadanya.


Karena itu Al-Quran mengatakan:


وعاشروهن بالمعروف


Pergaulan suami istri dengan dasar ma'ruf, walaupun sang suami sedang benci terhadap istri. Bukan dasar cinta, karena bila demikian, saat cinta luntur karena benci, maka rumah tangga pun akan hancur.


 نعوذ بالله من ذلك

Hal itu diperkuat dengan firman ALLOH setelahnya


فإن كرهتموهن فعسى أن تكرهوا شيئا


Maka, Walaupun ada rasa benci terhadap istri, hal itu mungkin karena sang suami sedang benci terhadap sesuatu hal. Karena itu, ALLOH mengajarkan agar tetap mempertahankan rumah tangga karena:


ويجعل الله فيه خيرا كثيرا


ALLOH menjadikan pada hal itu kebaikan yang banyak, karena:


1. Hal itu adalah wujud menjalankan perintah ALLOH.

2. Menerima Wasiat ALLOH yang tentu menghasilkan kebahagiaan dunia akhirat.

3. Memerangi hawa nafsu, dengan tetap mempertahankan rumah tangga walaupun tiada rasa cinta.

Hal ini adalah bentuk tata krama yang baik. Karena terkadang rasa benci yang ada akan berubah menjadi rasa cinta, seperti banyak disaksikan pada beberapa kasus. 


Dan setelah hilangnya kebencian akan timbul rasa sayang dan cinta yang besar sehingga keduanya diberi rizki berupa anak sholih. Dan hal ini adalah salah satu kebaikan yang dijanjikan oleh ALLOH.


Akan tetapi, ketika memang harus berpisah, Maka tetap dengan cara yang baik أو تسريح بإحسان dan ingat bahwa cerai adalah perkara yang dibenci walaupun hal itu halal. Seperti Sabda Nabi:


أبغض الحلال إلى الله الطلاق.


Itulah Pesan ALLOH dalam firmannya:


وعاشروهن بالمعروف


Mempergauli Istri dengan baik, walaupun tiada rasa cinta. Mengapa?


Karena penyebab rasa tidak cinta salah satunya adalah tidak adanya hal yang menarik dari diri perempuan itu. Semisal wajahnya kurang cantik, dan seterusnya.


Ingatlah wahai laki-laki!!!


Bahwa yang menjadi pokok pada istri adalah mereka itu suatu perkara untuk menyalurkan rasa dari laki-laki. Karena itu, apabila suami melihat seorang perempuan yang cantik sehingga ia terpikat terhadapnya, maka islam memerintahkan agar segera mendatangi istrinya dan berkumpul dengannya, untuk menyalurkan hasrat yang ditimbulkan dari wanita cantik itu. 


Hal itu karena setelah hasratnya tersalurkan dengan sang istri, maka akan redamlah syahwat yang meledak-ledak, walaupun syahwat itu ditimbulkan dari melihat wanita lain.


Semoga kita dan keluarga dijaga dari pandangan haram dan perbuatan farji yang haram.

Ridho Allah SWT melebihi Ni'mat Dunia

Perkembangan teknologi informasi di era industri 4:0 menjadikan Manusia banyak mengalami pergeseran dan perubahan paradigma serta keyakinan, tak ayal perubahan tersebut akan bermuara pada proses degradasi iman yang sangat signifikan, kita paham bahwa sejak hadirnya Adam As. hingga lahirnya sosok penyempurna akhlaq sekaligus pemberi syafaat (Muhammad SAW.), bahkan hingga datangnya Qiyamat nanti Allah SWT. telah perintahkan malaikat dengan masing-masing tugas dan fungsinya, namun seiring berjalannya perkembangan dan perubahan zaman, banyak dari kita yang tak lagi mempercayai wadhifah yang dipercayakan kepada malaikat tersebut, kita live streaming, kita record, kita posting seluruh rutinitas yang bersifat pribadi dan privasi kita di ruang-ruang sosial dan kita forward ke seluruh dinding-dinding virtual dan lain sebagainya, sepertinya ada yang low dengan manah kita hinggah kita ingin melampaui tugas malaikat roqib yang berwenang mencatat amal baik. Apakah mungkin mereka tidak ingin merepotkan malaikat lagi??? Ataukah tidak lagi percaya dengan kemampuan malaikat Roqib???


رِضَا اللّٰهُ غَايَةٌ لاَ تُتْرَك ، فَاتْرُكْ مَا لاَ يُدْرَكْ ، وَاَدْرِكْ مَا لاَ يُتْرَكْ


Ridha Allah, destinasi yang pasti sampai, maka tinggalkan segala upaya mencari keridhaan manusia, dan fokus saja pada ridha Allah.

Permata Manusia


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡإِنۡسَانَ فِيۡۤ أَحۡسَنِ تَقۡوِيۡم


Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan dalam bentuk terbaik. Ia diciptakan dengan bentuk fisik yang indah, juga diberi perangkat lunak yang sempurna, seperti Akal pikiran, Nafsu, dan Syahwat.

Manusia adalah makhluk yang berbeda dari mahluk Allah lainnya. Malaikat diciptakan hanya memiliki akal tanpa diberi syahwat dan nafsu. Hewan dibekali dengan syahwat sehingga hidupnya hanya mengikuti keinginan kebutuhan jasmaninya; seperti makan, minum, berhubungan badan dan segala keinginan yang bersifat jasmaniah. Sementara setan diciptakan hanya dengan bekal nafsu sehingga sepanjang hidupnya ia selalu ingkar akan nikmat Allah.

Manusia, sebagaimana disebutkan dalam surat At-Tiin ayat 4 diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya:

لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡإِنۡسَانَ فِيۡۤ أَحۡسَنِ تَقۡوِيۡمٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Manusia diciptakan dengan segala yang dikaruniakan kepada malaikat, hewan dan setan, yakni berupa akal pikiran, syahwat, dan hawa nafsu. Oleh karenanya, kehidupan umat manusia cenderung lebih dinamis, karena manusia berjuang dalam tarikan antara ketiganya. Manusia bisa menjadi seperti malaikat hanya tunduk patuh pada Allah, juga bisa menjelma seperti hewan yang hanya mementingkan keinginan jasmaninya, juga bisa menjadi seperti setan yang hanya mengumbar hawa nafsunya.

Sebagai makhluk ciptaan dalam bentuk terbaik, manusia dikaruniai empat hal sebagai permata dalam dirinya.

Empat permata ini disebutkan Rasulullah dalam hadistnya, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Ihya’ Ulumiddin.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَرْبَعَةُ جَوَهِرَ فِيْ جِسْمِ بَنِيْ اَدَمَ يُزَلُهَا اَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ اَمَّا الْجَوَاهِرُ فَالْعَقْلُ وَالدِّيْنُ وَالْحَيَاءُ وَالْعَمَلُ الْصَّالِحُ

Rasulullah SAW bersabda, “Ada empat permata dalam tubuh manusia yang dapat hilang karena empat hal. Empat permata tersebut adalah Akal, Agama, sifat malu, dan amal salih”.

Permata pertama yang dianugerahkan Allah SWT adalah Akal, akal adalah alat untuk memahami agama. Agama adalah rambu-rambu atau aturan yang memberikan arah pada manusia, sifat malu adalah pengendali, dan amal salih adalah buah dari akal memahami agama dengan pengendali berupa sifat malu tadi. Akal menjadi pemimpin dalam tubuh manusia untuk memahami mana yang hak dan batil, mana yang patut ataupun tidak, mana yang harus dikerjakan ataupun ditinggalkan. Ibnu Hajar al-Asyqalani dalam kitab Nashaihul Ibad mendefinisikan akal adalah: 

جَوْهَرٌ رُوْحَانِيٌّ خَلَقَهُ اللهُ تَعَالَى مُتَعَلَّقًا بِبَدْنِ الاِنْسَانِ يُعْرَفُ بِهِ الْحَقُّ وَالْبَاطِلُ

“Permata ruhani ciptaan Allah yang berada dalam jasad manusia untuk mengetahui sesuatu yang hak dan batil.”

Permata kedua yang dikaruniakan Allah kepada manusia adalah agama. Agama adalah aturan atau norma yang mengarahkan akal manusia untuk menerima hal-hal yang baik, layak dan pantas.

Agama menjadi pedoman bagaimana manusia menjalani kehidupannya; bagaimana mengendalikan syahwat dan nafsu. Akal sehat akan mengarahkan kita dapat menerima agama yang hanif (lurus), yang mampu memberikan ketenangan lahir batin dan dapat melahirkan sifat pengedali (malu), serta membuahkan amal salih.

Permata ketiga, Malu merupakan sifat yang dikembangkan oleh agama untuk mengendalikan perilaku manusia, yang dapat membedakan kita dengan hewan ataupun setan. Oleh karena itu, Ibnu Hajar al-Asqalani membagi malu menjadi dua, yakni haya’un nafsiyun dan haya’un imaniyun. Haya’un nafsiyun adalah rasa malu yang diberikan Allah pada setiap manusia, seperti rasa malu untuk memperlihatkan auratnya dan sejenisnya. Sifat ini tidak diberikan pada hewan. Sementara haya’un imaniyun adalah  

أَنْ يَمْنَعَ المُؤْمِنُ مِنْ فِعْلِ الْمَعَاصِي خَوْفًا مِنَ اللهِ

“Ketika seorang mukmin mampu mencegah dirinya untuk berbuat maksiat karena takut kepada Allah subhanahu wata'ala.”

Sifat ini hanya diberikan pada orang mukmin yang mampu menggunakan akalnya untuk memahami perintah dan larangan Allah. Karena itu, wajar jika Rasulullah pernah memberikan nasihat kepada sahabatnya dengan mengatakan:  اَلْحَيَاءُ مِنَ الْاِيْمَانِ “Malu itu sebagian dari iman.” Malu untuk berbuat maksiat, malu meninggalkan perintah agama, malu tidak berbuat baik dan lain sebagainya.

Permata yang terakhir yang dimiliki manusia adalah amal shalih, yakni perbuatan yang patut dan baik menurut kaidah agama. Amal shalih adalah buah dari kemampuan kita memahami agama, menjalankan perintah agama, serta kemampuan kita mengendalikan sikap dalam kehidupan. Banyak orang mampu memahami agama atau mengerti ilmu agama, tetapi tidak mampu mengendalikan syahwat dan nafsunya, sehingga ia tidak memiliki rasa malu, maka ia hanya bisa melakukan sesuatu yang hanya berorientasi pada kebutuhannya yang kadang merugikan orang lain. Contoh sederhana yang dapat kita amati dalam kehidupan sehari-hari, betapa banyak orang pandai agama tetapi tidak mampu mengendalikan diri, sehingga ia bukan mengamalkan ilmu agama, namun hanya memperalat agama untuk kepentingan dirinya atau kelempoknya. Maka akibat yang timbul dari itu bukan amal shalih tetapi justru maksiat.

Rasulullah dalam hadits di atas juga lanjut mengingatkan pada kita akan bahaya yang mengancam empat permata manusia tersebut. Rasulullah mengatakan: 

فَالْغَضَبُ يُزِيْلُ الْعَقْلَ وَالْحَسَدُ يُزِيْلُ الدِّيْنَ وَالطَّمَعُ يُزِيْلُ الْحَيَاءَ وَالْغِيْبَةُ يُزِيْلُ الْعَمَلَ الصَّالِحَ

“Ghadlab (marah-marah) dapat menghilangkan akal, iri dan dengki (hasud) dapat menghilangkan agama, serakah (thama’) dapat menghilangkan sifat malu, dan menggunjing (ghibah) dapat menghilangkan amal shalih.

Semoga kita dapat mengoptimalkan permata yang ada dalam hidup kita untuk menjadi insan pilihan dan masuk dalam kategori muttaqin (orang yang memiliki ketakwaan). 

Dalam kitab Dhurrotun Nasihin diceritakan bahwa:

Ketahuilah sebelum Allah swt menciptakan akal dan nafsu yang hendak diletakkan dalam diri Adam As. terlebih dahulu Allah menguji keduanya agar kelak dikemudian hari Adam As. dan anak cucunya tahu fungsi dari keduanya, cara menggunakan dan menaklukkan keduanya.

Di dalam kitab tersebut dinyatakan bahwa setelah Allah menciptakan akal dan nafsu, lalu Allah memerintahkan mereka menghadap-Nya. Kemudian ditanya satu persatu.

Akal pun datang menghadap dan ketika disuruh berbalik, berbaliklah ia. Lalu Allah pun bertanya kepadanya, “Man ana wa man anta?( siapa Aku dan siapa kamu?)”.Maka dengan rasa penuh tawadhu’, akal menjawab, “Anta Rabbi wa ana ‘abduka adh dhoif (Engkau Tuhanku dan aku hamba-Mu yang lemah)”. Karena itu Allah memberikan kemuliaan kepada akal.

kemudian giliran nafsu, ketika diperintahkan untuk menghadap, ia diam saja, tidak menjawab. Ketika ditanya dengan pertanyaan yang sama “Man ana wa man anta?( siapa Aku dan siapa kamu?)”., dengan sombongnya nafsu menjawab, “Ana wa ana, Anta wa Anta” (aku adalah aku, Engkau adalah Engkau). Karena jawaban itulah maka Allah menghukumnya dengan memasukkan nafsu ke dalam neraka Jahiim selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan dari neraka Jahiim dan ditanya lagi  oleh Allah  “Man ana wa man anta?( siapa Aku dan siapa kamu?)”., diapun menjawap dengan jawapan yang sama. “Ana wa ana, Anta wa Anta” (aku adalah aku, Engkau adalah Engkau).Akhirnya Allah memasukkan lagi nafsu ke neraka Juu’ (neraka yang penuh dengan rasa lapar yang amat sangat) selama 100 tahun pula. Nafsu dibiarkan tanpa makan dan minum. setelah nafsu tidak diberi makan dan minum ( puasa) membuat nafsu sadar dan tak berdaya. Nafsu menyerah dan mengakui bahawa Allah adalah Tuhan yang menciptakannya.

Karena akal dan nafsu ada dalam diri manusia, maka terjadilah pertentangan antara satu sama lain. Peperangan nafsu dan akal tidak pernah ada henti-hentinya. Kadang-kadang nafsu yang menang, kadang-kadang akal menang. Buktinya, jika kita berhadapan dengan perbuatan yang baik, maka nafsu akan menolaknya dan mengajak kepada kejahatan sedangkan akal mengajak kepada kebaikan. Kalau kita mengikuti nafsu, artinya kita kalah. Sebaliknya, jika kita mengikuti akal maka kita menang.

Namun demikian, bagaimanapun nafsu tetap diperlukan oleh manusia. Bila nafsu dimusnahkan, manusia juga akan musnah. Sebagai contoh adalah nafsu makan. Nafsu makan tidak akan hilang karena merupakan fitrah alami manusia. Jika nafsu makan tidak ada akan memiliki keturunan.