Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Nama-nama Surga dalam Al-Qur an

Nama-nama Surga dalam Al-Qur an:


1. Jannattul Khuldi

قُلْ أَذَلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاء وَمَصِيرًا

Katakanlah: "Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau Jannatul Khuldi (surga yang kekal) yang telahdijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa?" Diamenjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?" (Al-Furqan: 15)


2. Al-Maqam Al-Amin

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ (51) فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (52) يَلْبَسُونَ مِن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَقَابِلِينَ (53)

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam Al-Maqam Al-Amin (tempat yang aman). Yaitu di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air. Mereka memakai sutera yang halus dan suterayang tebal, (duduk) berhadap-hadapan. (Ad-Dukhan: 51-53)


3. Al-Firdaus

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. (Al-Kahfi: 107)


4. Al-Raudhah

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam Raudhah (taman) bergembira. (Ar-Rum: 15)


5. Jannatu ‘And

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَآؤُونَ كَذَلِكَ يَجْزِي اللّهُ الْمُتَّقِينَ

(yaitu) surga Adn yang mereka masuk kedalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, didalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (An-Nahl: 31)


6. Darussalam

لَهُمْ دَارُ السَّلاَمِ عِندَ رَبِّهِمْ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga)pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan. (Al-An’am: 127)


7. Jannatul Ma’wa

أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَى نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka Jannatul Ma’wa (surga-surga tempat kediaman), sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (As-Sajdah: 19)


8. Jannatu Na’im

أَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ أَن يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ

Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam Jannatu Na’im(surga yang penuh kenikmatan)? (Al-Ma’arij:38)


9. Darul Muttaqin

وَقِيلَ لِلَّذِينَ اتَّقَوْاْ مَاذَا أَنزَلَ رَبُّكُمْ قَالُواْ خَيْرًا لِّلَّذِينَ أَحْسَنُواْ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَلَدَارُ الآخِرَةِ خَيْرٌ وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِينَ

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik Darul Muttaqin (tempat bagi orang yang bertakwa). (An-Nahl: 30)


10. Darul Muqamah

الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِن فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ

Yang menempatkan kami dalam Darul Muqamah (tempat yang kekal) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu". (Fathir: 35)


_____

Semoga kita diizinkan Allah SWT menjadi salah satu penghuni nya.

Tujuan berMaulid Nabi

Maulid Muhammad Bin Abdullah memiliki 4 tujuan utama yang diantaranya:


Lisyukri, yaitu sebagai bentuk wujug syukur kita kepada Allah SWT. atas dilahirkannya Nabi Muhammad SAW.


Lil Imdah, yaitu untuk memuji Nabi Muhammad SAW. Karena sungguh alam ini tak akan tercipta jika tidak ada Nur Muhammad.


Lit Thalabul Ilmi, yaitu untuk mencari ilmu dalam rangka mempertebal keimanan dan aqidah kita terhadap ajaran tauhid Allah, serta pemahaman terhadap hukum-hukum yang ada dalam Islam.


Lil Uswah, dalam Al-Quran dijelaskan bahwa Nabi Muhammad adalah suri tauladan bagi kita.

Sholawat saat khutbah berlangsung

Assalamu ’alaikum wr. wb
Ketika khatib sudah naik mimbar, semua jamaah shalat Jumat tidak boleh saling berbicara tetapi harus menyimak dan mendengar dengan baik khutbah. Yang ingin kami tanyakan, ketika khatib dalam khutbahnya membaca ayat innallaha wamalaikatahu yushalluna ‘alan nabiy, apakah boleh jamaah mengucapkan shalawat dengan mengeraskan suaranya? Mohon penjelasannya. Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu ’alaikum wr. wb (Sutikno/Pemalang)

Jawaban
Assalamu’alaikum wr. wb
Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk bershalawat kepadanya. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab sebagai berikut,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا 

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershawalat untuk Nabi. Wahai orang-orang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya,” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 56).

Menurut para ulama, shalawat dari Allah mengandung pengertian memberi rahmat, dari malaikat memohonkan ampunan, dan dari orang-orang beriman mengandung pengertian berdoa agar diberi rahmat.

Para ulama telah bersepakat bahwa shalawat kepada Nabi SAW hukumnya adalah wajib. Sedang ukuran shalawat yang wajib baca adalah allahumma shalli ‘ala muhammad dan selebihnya adalah sunah, seperti allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammad.

Namun mereka berbeda pendapat mengenai kapan membaca shalawat itu diwajibkan? Apakah kewajiban tersebut hanya sekali seumur hidup atau hanya dalam shalat, atau kewajiban tersebut hanya berlaku ketika nama beliau disebut?

Dalam hal ini ada tiga pendapat. Pendapat pertama yang merupakan pendapat yang dianut kebanyakan ulama menyatakan bahwa kewajiban membaca shalawat kepada Nabi saw hanya sekali dalam seumur hidup.

Pendapat kedua menyatakan bahwa kewajiban membaca shalawat itu adalah dalam setiap shalat pada tasyahud akhir. Ini adalah pendapat yang dianut Madzhab Syafi’i dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad bin Hanbal.

Pendapat ketiga menyatakan bahwa membaca shalawat adalah wajib ketika nama Nabi saw disebutkan. Pendapat ini dipilih oleh Ath-Thahawi salah seorang ulama kesohor dari kalangan Madzhab Hanafi dan Al-Halimi salah seorang ulama pengikut Madzhab Syafi’i.

اِتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلَى وُجُوبِ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ اخْتَلَفُوا فقِيلَ تَجِبُ فِي الْعُمْرِ مَرَّةً وَهُوَ الْأَكْثَرُ وَقِيلَ : تَجِبُ فِي كُلِّ صَلَاةٍ فِي التَّشَهُّدِ الْأَخِيِر وَهُوَ مَذْهَبِ الشَّافِعِيِّ وَإِحْدَى الرِّوَايَتَيْنِ عَنْ أَحْمَدَ وَقِيلَ : تَجِبُ كُلَّمَا ذُكِرَ وَاخْتَارَهُ الطَّحَاوِيُّ مِنَ الْحَنَفِيَّةِ وَالْحَلِيمِيُّ مِنَ الشَّافِعِيَّةِ وَالْوَاجِبُ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَمَا زَادَ سُنَّةٌ

“Para ulama telah sepakat atas wajibnya membaca shalawat kepada Nabi SAW, kemudian mereka berselisih pendapat, ada yang mengatakan (qila) wajib sekali dalam seumur hidup dan ini adalah pendapat kebanyakan ulama. Ada juga yang mengatakan (qila) wajib dalam setiap shalat dalam tasyahhud akhir, ini adalah pendapat Madzhab Syafi’i dan salah satu riwayat dari imam Ahmad bin Hanbal. Dan pendapat lain mengatakan (qila) wajib ketika nama Rasulullah SAW disebutkan, dan Ath-Thahawi salah seorang ulama dari Madzhab Hanafi dan Al-Halimi salah satu ulama dari Madzhab Syafi’i memilih pendapat ini. Sedangkan yang wajib adalah membaca allahumma shalli ‘ala muhammad dan selebihnya adalah sunah,” (Al-Khazin, Lubab at-Ta`wil fi Ma’ani at-Tanzil, Bairut-Dar al-Fikr, tt, juz, V, h. 274)

Nah dari sini tampak jelas bahwa secara umum bershalawat kepada Nabi SAW adalah wajib. Para ulama hanya berbeda pendapat mengenai soal kapan dan di mana wajibnya bershalawat kepada Nabi SAW. Misalnya, Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa bershalawat kepada Nabi SAW wajib di dalam setiap shalat dalam tasyahhud akhir.

Pertanyaannya bagaimana jika khatib dalam khutbah membaca ayat innallaha wa malaikatahu yushalluna ‘alan nabiy...., apakah jamaah boleh membaca atau bershalawat kepada Nabi SAW dengan suara yang tinggi atau keras?

Dalam kasus ini menurut An-Nawawi dan para ulama lainnya bahwa ketika khatib dalam khutbahnya membaca ayat innallaha wa malaikatahu yushalluna ‘alan nabiy...tidaklah dimakruhkan bagi orang yang mendengarkan khutbah atau para jamaah untuk meninggikan suaranya tanpa berlebihan dalam bershalawat kepada Nabi SAW.

قَالَ النَّوَوِيُّ وَغَيْرُهُ: وَلَا يُكْرَهُ أَيْضًا رَفْعُ الصَّوْتِ بِلَا مُبَالَغَةٍ فِي الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ (ص) إِذَا قَرَأَ الْخَطِيبُ: ( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ )

Muhyiddin Syarf An-Nawawi dan ulama yang lain berpendapat bahwa tidak makruh mengeraskan atau meninggikan suara tanpa berlebihan dalam membaca shalawat kepada Nabi SAW ketika khatib membaca ayat innallah wa malaikatahu yushalluna ‘alan nabiy’,” (Lihat, Ibnu Hajar Al-Haitsami, Al-Fatawil Kubra Al-Fiqhiyyah, Bairut-Dar al-Fikr, tt, juz, I, h. 253).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami perbanyaklah shalawat kepada Nabi SAW dan kebaikan pada setiap hari Jumat karena insya Allah hal tersebut akan membawa manfaat baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu’alaikum wr. wb

Indahnya Mengawal aktivitas pagi dengan kewajiban subuh

Bangun buat melaksanakan sholat subuh menggambarkan kewajiban untuk seluruh penganut islam, karna seperti itu terdapat sebagian panduan supaya gampang bangun sholat subuh yang dapat dipakai kala kita terasa kalau kita hadapi kesusahan buat bangun di waktu yang masih sangat pagi tersebut.

kegagalan buat bangun di ketika subuh berarti kita pula sudah kandas buat menunaikan salah satu kewajiban umat islam, ialah buat mengerjakan sholat 5 waktu.

karna seperti itu, bisa jadi untuk kita yang masih kerap tertidur wajib menjajaki tips - tips yang hendak kita bahas bersama - sama pada informasi ini.

dalam islam, sholat subuh menggambarkan sholat yang jadi pengawal aktivitas seorang dan juga ini merupakan sholat yang dinilai amat berarti buat dilindungi, karna itu pula sebagian orang butuh panduan supaya dapat bangun subuh.

belum lagi, nyatanya banyak khasiat yang dapat diterima seorang kala mereka melaksanakan sholat subuh serupa semisal sholat subuh merupakan salah satu perihal yang hendak memperlapang rezeki seorang.

perihal ini pula dikisahkan kala nabi muhammad saw tuntas sholat subuh dan juga memandang putrinya masih tertidur, dia membangunkannya dan juga berkata kalau waktu buat sholat subuh dan juga waktu saat sebelum terbitnya matahari merupakan masa dimana allah swt membagi - bagikan rezeki.

berikut ini merupakan sebagian panduan jitu supaya gampang bangun sholat subuh di pagi hari
bangun buat sholat subuh bisa jadi suatu yang susah dicoba oleh sebagian orang, dan juga perihal tersebut sangat dimaklumi, karna waktunya yang sangat pagi.

walaupun begitu, kewajiban seseorang muslimlah buat bangun dan juga mengagungkan allah di waktu tersebut serupa yang tertulis dalam hadits riwayat ahmad.

dalam hadits tersebut, nabi muhammad saw memohon kepada allah swt bagaikan tuhan semesta alam yang memegang kekuasaan hendak seluruh yang terjalin di dunia buat memberkati ummat dari nabi muhammad di pagi hari.

mengingat nabi muhammad saw telah mendoakan kita buat diberkati dikala sholat subuh, hingga terdapat sebagian panduan supaya gampang bangun sholat subuh untuk mereka yang kesusahan, ialah:

  1. mengenali tentang dampak kurang baik meninggalkan sholat subuh di pagi hari nyatanya banyak sebab kenapa orang - orang tidak berani meninggalkan sholat subuh, dan juga perihal itu karna terdapat sebagian dampak kurang baik yang dapat terjalin bila kita meninggalkan sholat yang satu ini. kala kita meninggalkan sholat subuh, hingga lazimnya jiwa kita hendak jadi lemah, dan juga kita pula hendak jadi lebih gampang meninggalkan perkara agama yang yang lain.
  2. mengenali apa yang dapat dia peroleh dari sholat subuh karna terdapat banyak keburukan meninggalkan subuh, nyatanya banyak pula kebaikan yang dapat didapat kala kita melaksanakan sholat subuh. terlebih bila dicoba berjamaah. karna perihal ini, banyak mereka yang mempraktikkan macam - macam trik supaya bangun sholat subuh dengan trik mereka seorang diri.
  3. tidur lebih cepat trik yang amat gampang dan juga dapat diaplikasikan oleh seluruh orang merupakan dengan tidur di waktu yang lebih kilat bila dibanding dengan lazimnya. waktu tidur wajar buat orang berusia merupakan 6 sampai 7 jam, jadi jalani perhitungan seorang diri dan juga tidur 7 sampai 8 jam saat sebelum waktu subuh datang.
  4. memelihara trik tidur yang baik yang setelah itu berfungsi berarti buat menolong waktu tidur merupakan dengan mempertahankan adab tidur kita. yakinkan kita senantiasa berdoa saat sebelum tidur, dan juga bahwa dapat bacalah surah al - ikhlas, al - falaq, dan juga an - nas saat sebelum tidur. inilah sebagian panduan supaya gampang bangun sholat subuh.

Pelipatan pahala muadzin

Peranan Pak Syakur sebagai muadzin masjid sangat penting. Di bulan puasa suara adzannya ditunggu banyak orang untuk berbuka. Begitu pula waktu sahur, seruan imsaknya menjadi pedoman warga sekitar untuk mengakhiri sahurnya. Namun dari tugas-tugas itu, hal yang terberat adalah mengumandangkan adzan lima kali sehari tepat waktu setiap kali waktu shalat fardhu telah tiba. Tugas ini menuntut kedisiplinan dan keistiqamahan yang tidak setiap orang sanggup dan mampu melakukannya.
Pak Syakur memang disiplin dan istiqamah dalam tugas-tugasnya. Sebagai muadzin beliau penuh tanggung jawab. Tapi terkadang tampak seperti aneh. Sehabis mengumandangkan adzan, Pak Syakur duduk nongkrong di depan masjid. Iqamah dilakukan orang lain. Shalat berjamaah pun dimulai.
Sementara di dalam masjid shalat jamaah dilaksanakan, Pak Syakur tetap duduk-duduk di depan. Ternyata yang ia lakukan adalah mengawasi dan memastikan keamanan sekitar masjid agar tidak ada satu pun sandal, sepatu atau kendaraan milik jamaah hilang; atau ada mobil yang dibobol oleh tangan-tangan jahil.
Penulis pernah membayangkan betapa besar pahala yang didapat Pak Syakur dengan menahan diri tidak ikut berjamaah besar di dalam masjid. Pak Syakur tentu mendapat pahala dari adzan yang ia kumandangkan. Ia tentu juga mendapat pahala dari mengamankan situasi sekitar masjid. Bukankah para jamaah yang jumlahnya puluhan hingga ratusan orang itu bisa khusyu’ dalam shalatnya karena merasa cukup aman.
Jika pahala sebanyak 27 yang didapat setiap orang dari mereka yang berjamaah itu diberikan kepada Pak Syakur, teruhlah 1 saja, maka bisa dibayangkan berapa besar pahala diterima Pak Syakur jika jumlah mereka mencapai 200 orang, misalnya. Besarnya pahala itu belum termasuk pahala yang didapat Pak Syakur karena ternyata dia selalu berjamaah kecil dengan beberapa orang yang datang terlambat, atau dengan orang yang datangnya setelah jamaah shalat selesai. Prinsipnya Pak Syakur sebagai muadzin tidak meninggalkan jamaah shalat di masjid.
Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan Ibnu Majah:
المؤذنون أطول الناس أعناقا يوم القيامة
Artinya: “Muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya di hari Kiamat.” 

Dalam Syarah Muslim, An-Nawawi menjelaskan maksud frase “athwalunnas a’naqan” dalam hadits di atas, yakni banyaknya pahala yang didapat seorang muadzin akan dilihat semua orang di akhirat kelak. Artinya seorang muadzin akan menjadi sosok yang menonjol di akhirat karena banyaknya pahala yang diterimanya dari Allah SWT. 

Benar. Jangankan di akhirat kelak, di dunia saja pahala seorang muadzin sudah bisa dibayangkan karena ia berjasa besar mengingatkan kepada banyak orang, baik yang sedang sibuk maupun yang longar, bahwa saat shalat telah tiba. Ia juga membangunkan orang-orang tidur untuk shalat. Apalagi kalau muadzin itu secara suka rela bisa seperti Pak Syakur, yakni menciptakan suasana kondusif yang memungkinkan para jamaah di masjid shalat dengan kusyu’ sekaligus mencegah terjadinya pencurian di sekitar masjid.