Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

Membangun Masyarakan bebas Prilaku tercela


Masyarakat yang terhindar perilaku korup

Masyarakat yang diliputi oleh suasana korup yang dilakukan tidak saja oleh pejabat birokrasi pemerintah, melainkan juga oleh lembaga-lembaga swasta mengundang pertanyaan besar. Apalagi anehnya pelaku korup ternyata juga dilakukan oleh orang-orang yang sehari-hari terlibat memberantas korupsi itu sendiri. Kalau demikian, pertanyaan mendasar yang perlu diajukan ialah apakah korusi merupakan karakter sebuah tatanan masyarakat tertentu dan sesungguhnya itu menjadi berubah tatkala karakter masyarakat juga berhasil diubah.

Sangat mengejutkan fenomena ang muncul akhir-akhir ini, menyangkut tentang korupsi ini. Lembaga eksekutif yang telah memiliki perangkat hukum, sistim manajemen dan akuntansi yang mantap, sarana pengendalian yang cukup handal melalui program-program komputerisasi dan lain sebagainya, tetapi pada kenyataannya masih tetap terjadi korupsi yang jumlah pelaku dan nilai dana yang dikorup tetap tinggi. Begitu pulalembaga legislatif, yang semestinya melakukan peran-peran kontrol, ternyata tidak sedikit kasus-kasus korupsi justru dilakukan oleh banyak anggota legislatif. Tidak tanggung-tanggung bahwa pelaku korupsi dilakukan secara bersama-sama. Akibatnya, di beberapa daerah, sejumlah anggota legislatif diperiksa bersama-sama dan akhirnya juga masuk penjara bersama-sama. Peristiwa ini sesungguhnya sangat memalukan. Korupsi dianggap menjadi sesuatu ang biasa, wajar dan lazim. Dan justru menjadi aneh jika terdapat pejabat pemerintah aau juga swasta yang mampu menjaga diri untuk tidak melakukan korupsi.

Anehnya di tengah masyaraat yang korup, justru orang yang tidak aman adalah orang-orang yang jujur yang tidak mau melakukan penyimpangan. Masyarakat korup ternyata juga membenci siapa saja yang jujur. Orang jujur dianggap tidak menguntungkan bagi orang-orang yang menyuikai korupsi. Biasanya orang jujur kemudian tersisihkan, dan jangan berharap daam proses pemilihan kepemimpinan yang berjalan secara demokratis di tengah-tengah masyarakat korup ia akan dipilih menjadi seorang pimpinan. Oleh karena itu sesungguhnya tidak selalu benar pandangan yang mengatakan bahwa orang jujur itu selalu dibutuhkan di segala jenis masyarakat. Justru orang jujur di tengah-tengah masyarakat korup akan selalu disisihkan.

Memberantas korupsi di tengah-tengah masyarakat yang menjalani kehidupannya dengan korupsi ternyata tidak mudah. Pengadilan yang kukuh yang ditopang oleh sistim manajemen maupun akuntansi yang kuat ternyata juga masih belum berhasil menghilangkan tindak korupsi ini. Jika kita memperhatikan betapa kerapian, kekuatan manajemen dan akuntansi yang dilakukan oleh bank. Sungguh sangat rapi. Bank biasanya didukung oleh manajemen dan akuntansi yang kuat. Selain itu juga dikelola oleh orang-orang yang ahli di bidangnya secara meyakinkan. Kita mendengar bahwa gaji pegawai dan apalagi pejabat bank sedemikian tinggi, melebihi gaji yang diterima pegawai lainnya. Akan tetapi pada kenyataannya tidak sedikit justru korupsi terbesar jumlahnya terjadi di dunia perbankan. Bagaimana ini semua dapat dipahami ?

Fenomena lain, suatu lembaga yang amat sederhana, diurus oleh orang yang secara ekonomis rendah, tidak didukung oleh manajemen dan akuntansi yang akurat, tetapi justru di sana tidak ada korupsi. Semua keuangan tidak ada yang diselewengkan. Para pengelolanya memiliki ketulusan yang tinggi. Laporan keuangan tidak dibuat secara rumit, akan tetapi uang yang ada selamat dari kemungkinan penyimpangan. Lagi-lagi, mengapa hal itu terjadi. Pertanyaannya, apakah semakin pintar masyarakat justru kemungkinan penyimpangan juga semakin besar terjadi dan begitu juga sebaliknya ? Apakah orang berpengetahuan sederhana, berpendidikan rendah juga selalu tidak memiliki kemampuan untuk melakukan penyimpangan terhadap pengurusan keuangan. Sehingga, dari fenomena itu dapat ditarik kesimpulan bahwa justru kepintaran itu yang mengakibatkan lahirnya penyimpangan keuangan yang disebut korup itu ? Sudah barang tentu logikanya sesederhana ini.

Untuk menjawab persoalan tersebut saya mencoba bertanya pada al Qur?an. Pada kitab suci yang diturunkan melali Nabi Muhammad saw ini banyak bertebaran perintah untuk berjuang. Bahkan, ada perintah agar berjuang dengan sebenar-benarnya berjuang untuk Allah. Dari berbagai perintah untuk berjuang ini, saya memperoleh kesan bahwa bangunan masyarakat Islam sesungguhnya adalah masyarakat yang selalu diliputi oleh suasana perjuangan.

Dalam keadaan apapun, kita lihat bahwa perjuangan selalu terkait dengan pengorbanan. Orang yang sedang berjuang, apalagi berjuang untuk membangun keadilan, kejujuran, menghindar dari penindasan, meraih cita-cita luhur dan bahkan berjuang untuk mendapatkan cinta, maka selalu dibarengi dengan kesediaan untuk berkorban. Masyarakat atau seseorang yang sedang dalam suasana perjuangan tidak pernah berharap memperoleh keuntungan, apalagi keuntungan yang bersifat materi. Yang diharap dalam perjuangan adalah capaian nilai perjuangan itu, sekalipun mereka harus berkorban.

Berbeda dengan masyarakat pejuang adalah masyarakat yang bernuansa transaksi onal. Transaksi biasanya terjadi dalam aktivitas jual beli atau tukar menukar. Dalam suasana transaksional seorang pembeli selalu menginkan memperoleh barang dengan harga semurah-murahnya, dan begitu pula sebaliknya. Seorang penjual selalu menginginkan harga atau untung setinggi-tingginya. Oleh karena itulah seringkali terjadi tipu muslihat, kecurangan, penipuan, ingkar janji dan sebagainya. Sedemikian buruh keadaan terjadi pada dunia transaksional itu, sampai-sampai al Qur?an dan juga tidak sedikit hadits nabi secara khususu memperingatkan agar selalu bertindak adil dan jujur dalam menimbang dan juga dalam jual beli. Bahkan lebih dari itu, karena sedemikian buruknya suasana transaksional itu, diingatkan bahwa pasar adalah merupakan tempat yang buruk, dan berbeda dengan masjid atau tempat ibadah. Atas dasar ini, masyarakat transaksional adalah masyarakat yang kurang bagus karena bisa melahirkan sifat-sifat pribadi atau kelompok menjadi kurang bagus itu.

Membandingkan antara dua tipe masyarakat, yakni masyarakat bernuansa berju ang dan masyarakat bernuansa transaksional memang sangat jauh berbeda. Masyarakat pejuang melahirkan sikap berkorban, jujur dan adil membela nilai-nilai kemanusian yang tinggi. Sebaliknya, masyarakat transaksional, sekalipun hal itu selalu menjadi pilihan dan bahkan menjadi tuntutan masyarakat modern, selalu melahirkan ciri-ciri seperti korup, menyimpang, menerabas, tipu muslihat, bohong, palsu dan sebagainya. Pertanyaannya adalah apakah lembaga, baik pemerintah atau swasta dan lebih luas lagi, masyarakat bangsa ini lebih bernuansa pejuang atau transaksional itu. Jika ternyata kita evaluasi bahwa nuansa transaksional lebih menonjol daripada nuansa perjuangan, maka wajarlah jika korupsi dan bentuk penyimpangan lainnya lebih subur. Sebab, korup dan segala bentuk penyimpangan masyarakat itu memang merupakan anak kandung dari masyarakat yang bernuansa transaksional itu, wallohu a?lam bishowab
Masyarakat yang diliputi oleh suasana korup yang dilakukan tidak saja oleh pejabat birokrasi pemerintah, melainan juga oleh lembaga-lembaga swasta mengundang pertanyaan besar. Apalagi anehnya pelaku korup ternyata juga dilakukan oleh orang-orang yang sehari-hari terlibat memberantas korupsi itu sendiri. Kalau demikian, pertanyaan mendasar yang perlu diajukan ialah apakah korusi merupakan karakter sebuah tatanan masyarakat tertentu dan sesungguhnya itu menjadi berubah tatkala karakter masyarakat juga berhasil diubah.

Sangat mengejutkan fenomena ang muncul akhir-akhir ini, menyangkut tentang korupsi ini. Lembaga eksekutif yang telah memiliki perangkat hukum, sistim manajemen dan akuntansi yang mantap, sarana pengendalian yang cukup handal melalui program-program komputerisasi dan lain sebagainya, tetapi pada kenyataannya masih tetap terjadi korupsi yang jumlah pelaku dan nilai dana yang dikorup tetap tinggi. Begitu pulalembaga legislatif, yang semestinya melakukan peran-peran kontrol, ternyata tidak sedikit kasus-kasus korupsi justru dilakukan oleh banyak anggota legislatif. Tidak tanggung-tanggung bahwa pelaku korupsi dilakukan secara bersama-sama. Akibatnya, di beberapa daerah, sejumlah anggota legislatif diperiksa bersama-sama dan akhirnya juga masuk penjara bersama-sama. Peristiwa ini sesungguhnya sangat memalukan. Korupsi dianggap menjadi sesuatu ang biasa, wajar dan lazim. Dan justru menjadi aneh jika terdapat pejabat pemerintah aau juga swasta yang mampu menjaga diri untuk tidak melakukan korupsi.

Anehnya di tengah masyaraat yang korup, justru orang yang tidak aman adalah orang-orang yang jujur yang tidak mau melakukan penyimpangan. Masyarakat korup ternyata juga membenci siapa saja yang jujur. Orang jujur dianggap tidak menguntungkan bagi orang-orang yang menyuikai korupsi. Biasanya orang jujur kemudian tersisihkan, dan jangan berharap daam proses pemilihan kepemimpinan yang berjalan secara demokratis di tengah-tengah masyarakat korup ia akan dipilih menjadi seorang pimpinan. Oleh karena itu sesungguhnya tidak selalu benar pandangan yang mengatakan bahwa orang jujur itu selalu dibutuhkan di segala jenis masyarakat. Justru orang jujur di tengah-tengah masyarakat korup akan selalu disisihkan.

Memberantas korupsi di tengah-tengah masyarakat yang menjalani kehidupannya dengan korupsi ternyata tidak mudah. Pengadilan yang kukuh yang ditopang oleh sistim manajemen maupun akuntansi yang kuat ternyata juga masih belum berhasil menghilangkan tindak korupsi ini. Jika kita memperhatikan betapa kerapian, kekuatan manajemen dan akuntansi yang dilakukan oleh bank. Sungguh sangat rapi. Bank biasanya didukung oleh manajemen dan akuntansi yang kuat. Selain itu juga dikelola oleh orang-orang yang ahli di bidangnya secara meyakinkan. Kita mendengar bahwa gaji pegawai dan apalagi pejabat bank sedemikian tinggi, melebihi gaji yang diterima pegawai lainnya. Akan tetapi pada kenyataannya tidak sedikit justru korupsi terbesar jumlahnya terjadi di dunia perbankan. Bagaimana ini semua dapat dipahami ?

Fenomena lain, suatu lembaga yang amat sederhana, diurus oleh orang yang secara ekonomis rendah, tidak didukung oleh manajemen dan akuntansi yang akurat, tetapi justru di sana tidak ada korupsi. Semua keuangan tidak ada yang diselewengkan. Para pengelolanya memiliki ketulusan yang tinggi. Laporan keuangan tidak dibuat secara rumit, akan tetapi uang yang ada selamat dari kemungkinan penyimpangan. Lagi-lagi, mengapa hal itu terjadi. Pertanyaannya, apakah semakin pintar masyarakat justru kemungkinan penyimpangan juga semakin besar terjadi dan begitu juga sebaliknya ? Apakah orang berpengetahuan sederhana, berpendidikan rendah juga selalu tidak memiliki kemampuan untuk melakukan penyimpangan terhadap pengurusan keuangan. Sehingga, dari fenomena itu dapat ditarik kesimpulan bahwa justru kepintaran itu yang mengakibatkan lahirnya penyimpangan keuangan yang disebut korup itu ? Sudah barang tentu logikanya sesederhana ini.

Untuk menjawab persoalan tersebut saya mencoba bertanya pada al Qur?an. Pada kitab suci yang diturunkan melali Nabi Muhammad saw ini banyak bertebaran perintah untuk berjuang. Bahkan, ada perintah agar berjuang dengan sebenar-benarnya berjuang untuk Allah. Dari berbagai perintah untuk berjuang ini, saya memperoleh kesan bahwa bangunan masyarakat Islam sesungguhnya adalah masyarakat yang selalu diliputi oleh suasana perjuangan.

Dalam keadaan apapun, kita lihat bahwa perjuangan selalu terkait dengan pengorbanan. Orang yang sedang berjuang, apalagi berjuang untuk membangun keadilan, kejujuran, menghindar dari penindasan, meraih cita-cita luhur dan bahkan berjuang untuk mendapatkan cinta, maka selalu dibarengi dengan kesediaan untuk berkorban. Masyarakat atau seseorang yang sedang dalam suasana perjuangan tidak pernah berharap memperoleh keuntungan, apalagi keuntungan yang bersifat materi. Yang diharap dalam perjuangan adalah capaian nilai perjuangan itu, sekalipun mereka harus berkorban.

Berbeda dengan masyarakat pejuang adalah masyarakat yang bernuansa transaksi onal. Transaksi biasanya terjadi dalam aktivitas jual beli atau tukar menukar. Dalam suasana transaksional seorang pembeli selalu menginkan memperoleh barang dengan harga semurah-murahnya, dan begitu pula sebaliknya. Seorang penjual selalu menginginkan harga atau untung setinggi-tingginya. Oleh karena itulah seringkali terjadi tipu muslihat, kecurangan, penipuan, ingkar janji dan sebagainya. Sedemikian buruh keadaan terjadi pada dunia transaksional itu, sampai-sampai al Qur?an dan juga tidak sedikit hadits nabi secara khususu memperingatkan agar selalu bertindak adil dan jujur dalam menimbang dan juga dalam jual beli. Bahkan lebih dari itu, karena sedemikian buruknya suasana transaksional itu, diingatkan bahwa pasar adalah merupakan tempat yang buruk, dan berbeda dengan masjid atau tempat ibadah. Atas dasar ini, masyarakat transaksional adalah masyarakat yang kurang bagus karena bisa melahirkan sifat-sifat pribadi atau kelompok menjadi kurang bagus itu.

Membandingkan antara dua tipe masyarakat, yakni masyarakat bernuansa berju ang dan masyarakat bernuansa transaksional memang sangat jauh berbeda. Masyarakat pejuang melahirkan sikap berkorban, jujur dan adil membela nilai-nilai kemanusian yang tinggi. Sebaliknya, masyarakat transaksional, sekalipun hal itu selalu menjadi pilihan dan bahkan menjadi tuntutan masyarakat modern, selalu melahirkan ciri-ciri seperti korup, menyimpang, menerabas, tipu muslihat, bohong, palsu dan sebagainya. Pertanyaannya adalah apakah lembaga, baik pemerintah atau swasta dan lebih luas lagi, masyarakat bangsa ini lebih bernuansa pejuang atau transaksional itu. Jika ternyata kita evaluasi bahwa nuansa transaksional lebih menonjol daripada nuansa perjuangan, maka wajarlah jika korupsi dan bentuk penyimpangan lainnya lebih subur. Sebab, korup dan segala bentuk penyimpangan masyarakat itu memang merupakan anak kandung dari masyarakat yang bernuansa transaksional itu, wallohu a?lam bishowab - See more at: http://imamsuprayogo.com/viewd_artikel.php?pg=4#sthash.cnNEmkTf.dpuf

Injil dan Taurat Tidak Asli Sejak Zaman Rasulullah

Injil dan Taurat Sudah Tidak Asli Sejak Zaman Rasulullah. Berdasarkan ayat-ayat berikut:

QS Al-Baqarah 2:75

أفتطمعون أن يؤمنوا لكم وقد كان فريق منهم يسمعون كلام الله ثم يحرفونه من بعد ما عقلوه وهم يعلمون

Artinya: Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?

QS At-Taubat 9:30
وقالت اليهود عزير ابن الله وقالت النصارى المسيح ابن الله , ذلك قولهم بأفواههم , يضاهئون قول الذين كفروا من قبل , قاتلهم الله , أنى يؤفكون

Artinya: Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?

QS An-Nisa 4:171

يا أهل الكتاب لا تغلوا في دينكم ولا تقولوا على الله إلا الحق , إنما المسيح عيسى ابن مريم رسول الله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه , فآمنوا بالله ورسله , ولا تقولوا ثلاثة , انتهوا خيرا لكم , إنما الله إله واحد , سبحانه أن يكون له ولد , له ما في السماوات وما في الأرض , وكفى بالله وكيلا

Artinya: Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

QS An-Nisa 4:157

وقولهم إنا قتلنا المسيح عيسى ابن مريم رسول الله وما قتلوه وما صلبوه ولكن شبه لهم , وإن الذين اختلفوا فيه لفي شك منه , ما لهم به من علم إلا اتباع الظن , وما قتلوه يقينا

Artinya: dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Hakikat ibadah umroh

Jika arti penting ibadah umrah dimaksud dipahami dan benar-benar berhasil diwujudkan, maka keuntungan dari pelaksanaan ibadah itu bukan saja akan dirasakan oleh yang bersangkutan, melainkan juga oleh lingkungannya, tidak terkecuali masyarakat luas, hingga bangsa dan negara. Sebuah negara jika akhlak masyarakatnya berhasil meningkat kualitasnya, yakni menjadi semakin jujur, ikhlas, sabar, istiqomah, peduli sesama, dan seterusnya, maka negara akan menjadi tenteram, dan damai dengan sendirinya. Sebaliknya, bangsa dan negara selalu berisik, ribut, dan selalu konflik, adalah oleh karena dihuni oleh orang yang tidak memperhatikan pentingnya kualitas pribadi, yang hanya bisa dibangun melalui kegiatan, ��-di antaranya, umrah itu.
Wallahu a'lam

zaenuddinbustany.com

Tanya jawab antara Anggota DPR dan Pak Kyai

DPR : “Pak Kyai, kalau DPR dibanding sama Menteri… Hebatan mana?”
Kyai : “Hebat njenengan…., Bapak Menteri gak ada yang berani-berani perintah anggota DPR. DPR bisa perintah Menteri” Ujarnya kalem sambil senyum.
[anggota DPR nyengir seneng]

DPR: “Lhaa…, kalau saya sama ketua KPK hebat mana ??”
Kyai : “Masih hebat njenengan juga lah…, khan Ketua KPK dipilih sama njenengan-njenengan juga, sementara DPR khan tidak dipilih sama KPK”
[anggota DPR nyengir nya makin lebar]

DPR: “Nah ini pertanyaan dijawab dengan benar dan jujur njih Pak Yai. Lhaaa kalau saya dengan Kanjeng Nabi hebat mana?”
Kyai : “Whee lha yo jelas masih hebat njenengan thoo…”
DPR : “LAH?!! KOQ BISA Yai...??” (KAGET)
Kyai : “YA BISA LAH..”
“Kalo Kanjeng Nabi masih takut sama GUSTI ALLOH, sedangkan njenengan sama konco-konco njenengan anggota DPR, kebanyakan sudah gak ada takutnya lagi sama GUSTI ALLOH”

DOA HARDIKNAS 2015

DOA HARDIKNAS 2015
Bismillahir rahmanir rahim.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin
Hamdan syakirin hamdan na’imin,
Hamdayuwafi Ni'amah wayukafy mazydah
Yaa robbana lakalhamdu kama yanbaghi lijalalika wajhikalkarimi wa adzimi sulthoonik
Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa’ala ali sayyidina Muhammad.

Ya Allah, anta al-‘Alim
Bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Ilmuwan yang besar, adalah ilmuwan yang tunduk kepada pemiliknya. Pagi ini, kami tundukkan jiwa dan raga kami seraya bermunajat kepada-Mu…..
Berkahi ilmu yang kami peroleh, buahkan ilmu yang kami ajarkan, Kami meminjam ilmu dari Engkau, jadikan maslahat membangun bangsa- amal jariyah untuk pendahulu kami.

Ya Allah, Kepada Engkau Kami mengabdi terbaik
Pendidikan berkualitas, menjadi harapan dan cita bangsa kami
Masyarakat madani- berakhlak mulia, amanah berat yang ingin kami wujudkan
Ijinkan kami- para pencinta pendidikan, berharap sepenuh hati……
Kuatkan niat  sepanjang hayat, berikan kekuatan sehat: lahir dan batin Tanamkan ikhlas dalam pengabdian, patrikan cinta berbalut sayang.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Arief
Pendidikan merupakan wahana inti untuk membentuk putra-putri bangsa menjadi sumber daya manusia yang memiliki keunggulan, berdaya saing tinggi, berkepribadian, melalui sifat-Mu yang Maha Arief kami memohon limpahkanlah barokah dan hidayah-Mu agar kami tidak keliru dalam membangun pendidikan putra-putri bangsa kami, serta kami mampu melanjutkan perjuangan dan cita-cita para pahlawan bangsa khususnya para pahlawan di bidang pendidikan baik yang telah mendahului kami, maupun yang masih berjuang bersama-sama kami sekarang ini.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Rahman dan Rochim.
Kami sadar bahwa untuk memelihara kesatuan dan persatuan serta untuk membangun bangsa yang maju, banyak hambatan dan godaan, banyak pula ritangan dan tantangan oleh karena itu Ya Allah berikanlah kepada kami kemampuan untuk memelihara persatuan dan kesatuan berikanlah kami kekuatan iman, untuk menghindari segala godaan, berikanlah kepada kami ma’unnah agar kehidupan kami penuh berkah, tumbuh suburkan pada hati kami sifat amanah agar kehidupan bangsa ini terhindar dari segala fitnah yang mengarah pada kehancuran dan dis integrasi bangsa.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Mendengar dan Maha Pengampun
Ampunilah dosa dan kesalahan kami orang tua kami, dosa dan kesalahan para pemimpin kami, dosa dan kesalahan seluruh warga negara kami, hiasilah kami dan warga negara kami dengan sifat-sifat yang terpuji dan tuntunlah kami semua ke jalan yang Engkau Ridhoi.

Oleh : Zaenuddin, S.PdI
Disampaikan Pada HARDIKNAS 2015