Selamat Datang Di Website ZAINUDDINKAUMSARUNGAN Semoga Bermanfaat bagi para Pembaca yang Budiman !!!

Search

Memori at PASCASARJANA

UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2015.

STUDY ACADEMIC

STAND UP LEFT "SANUSI (NTT), ZAINUDDIN (PAPUA),ZAID (SAUDI), CHAMRY (SUDAN), SHAMIR (IRAQ), BADRUS (PAKISAJI) ".

MY FAMILY

BAHAGIA SELALU DALAM KEBERKAHAN DAN RIDHO- NYA.

MOTIVASI HIDUP

DALAM KEBINEKAAN.

FRIEND IN NEED IS FRIEND IN DEED

TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN DALAM KESEMPITAN.

DO'A SYUKURAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE-68

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA,
TIADA BAHASA YANG INDAH KECUALI KALIMAT PUJIAN TERHADAPMU ATAS RAHMAT DAN NIKMAT YANG TELAH ENGKAU CURAHKAN KEPADA KAMI. ENGKAULAH SANG PENCIPTA ALAM SEMESTA INI, ENGKAULAH DZAT YANG MENGATUR ALAM SEISINYA DAN ENGKAU PULA YANG MENENTUKAN SEGALA-GALANYA. OLEH KARENA ITU HANYA KEPADAMU KAMI BERSERAH DIRI.

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA RAHIM,
ATAs SEGALA RAHMAT DAN KARUNIAMU, MALAM HARI INI KAMI SELURUH BANGSA INDONESIA MENGUCAPKAN RASA SYUKUR KAMI KARENA BESOK PAGI KEMBALI KAMI DAPAT MEMPERINGATI HARI PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI YANG KE-68. TAMBAHKANLAH CURAHAN KASIH SAYANGMU SEBAGAI BERKAH BAGI KAMI DALAM MENGISI KEMERDEKAAN MENUJU NEGERI YANG ADIL DAN MAKMUR DIBAWAH RIDHOMU

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA PEMERSATU,
JADIKANLAH PERINGATAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI INI SEBAGAI MOMENTUM UNTUK MEREKATKAN RASA KESATUAN DAN KESATUAN BANGSA KAMI. JAUHKANLAH BANGSA KAMI DARI BURUK SANGKA , PERCEKCOKAN, PERSELISIHAN DAN PERPECAHAN.

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA BIJAKSANA,
MASIH PANJANG PERJUANGAN BANGSA KAMI DAN MASIH JAUH PULA PERJALANAN SEJARAH BANGSA KAMI, OLEH KARENA ITU HINDARKANLAH BANGSA DAN NEGARA KAMI DARI FITNAH DAN MARABAHAYA. MANTAPKAN TEKAD KAMI UNTUK MEMBANGUN NEGARA DAN BANGSA, AGAR MENJADI BANGSA YANG BERIMAN, BERTAQWA, BERAHLAK MULIA, ADIL, MAKMUR DAN SEJAHTERA.

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA PENGAMPUN,
AMPUNILAH DOSA2 KAMI, DOSA2 BAPAK IBU KAMI, PARA PEMIMPIN KAMI DAN PARA PEJUANG KAMI. TERIMALAH AMAL DAN PERJUANGAN MEREKA, KARENA ENGKAU ADALAH DZAT YANG MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG.

YA ALLAH YA FATTAHU YA RAZZAQ, YA RAHMAN YA RAHIM,
LIMPAHKANLAH RAHMAT, NIKMAT DAN KEBERKAHAN RIZKI KEPADA KAMI, KELUARGA KAMI DAN BANGSA KAMI. HANYA ENGKAULAH YANG MENJADIKAN SEGALA YANG SULIT MENJADI MUDAH, SETIAP AMAL/PEKERJAAN KAMI BERNILAI IBADAH DAN YANG MENGAMPUNI SEGALA DOSA, BAGI KAMI YANG HAUS AKAN PENGAMPUNANMU.

RABBANA ATINA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AKHIRATI HASANAH WAQINA ‘ADZA BANNAR.

KH. Hasyim Asy'ari

Tulisan ini hanya sepenggal kisah tentang Hasyim Asyari, pahlawan nasional dan pendiri organisasi Nahdhatul Ulama (NU). Kiai karismatik berjuluk Hadratus Syaikh yang berarti Maha Guru, ini dikenal sebagai ahli ilmu agama, khususnya tafsir, hadits dan fiqih.

Dia mengabdi kepada umat dengan mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hasyim juga berdakwah ke daerah-daerah pada masanya.

Sedangkan gelar pahlawan dia dapat karena pada masa penjajahan belanda, Hasyim Asyari ikut mendukung upaya kemerdekaan dengan menggerakkan rakyat melalui fatwa jihad yang kemudian dikenal sebagai resolusi jihad melawan penjajah Belanda pada 22 Oktober 1945. Akibat fatwa itu, meledak lah perang di Surabaya pada 10 November 1945.

Menurut Ishom Hadzik (2000) dalam buku yang ditulis Zuhairi Misrawi berjudul "Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari: moderasi, keumatan, dan kebangsaan", pada masa penjajahan Belanda, Hasyim senantiasa berkomunikasi dengan tokoh-tokoh muslim dari berbagai penjuru dunia untuk melawan penjajahan.

Misalnya dengan Pangeran Abdul Karim al-Khatthabi (Maroko), Sultan Pasha Al-Athrasi (Suriah), Muhammad Amin al-Husaini (Palestina), Dhiyauddin al-Syairazi, Muhammad Ali, dan Syaukat Ali (India), serta Muhammad Ali Jinnah (Pakistan).

Hasilnya pada 22 Oktober 1945, Hasyim dan sejumlah ulama di kantor NU Jatim mengeluarkan resolusi jihad itu. Karena itulah Hasyim diancam hendak ditangkap Belanda. Namun Hasyim tak bergeming, dia memilih bertahan mendampingi laskar Hizbullah dan Sabilillah melawan penjajah.

Bahkan ketika Bung Tomo meminta Kiai Hasyim mengungsi dari Jombang, Hasyim berkukuh bertahan hingga titik darah penghabisan. Hingga muncul sebuah kaidah (rumusan masalah yang menjadi hukum) populer di kalangan kelompok tradisional; hubb al-wathan min al-iman (mencintai tanah air adalah bagian dari iman).

Fatwa atau resolusi jihad Hasyim berisi lima butir. Seperti ditulis Lathiful Khuluq berjudul "Fajar Kebangunan Ulama, Biografi Kiyai Hasyim Asyari" yang diterbitkan LKiS pada 2000 lalu, butir Pertama resolusi jihad berbunyi; kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus wajib dipertahankan.

Butir ke dua; Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah harus dijaga dan ditolong. Ke tiga; musuh republik Indonesia yaitu Belanda yang kembali ke Indonesia dengan bantuan sekutu Inggris pasti akan menggunakan cara-cara politik dan militer untuk menjajah kembali Indonesia.

Ke empat; umat Islam terutama anggota NU harus mengangkat senjata melawan penjajah Belanda dan sekutunya yang ingin menjajah Indonesia kembali. Ke lima; kewajiban ini merupakan perang suci (jihad) dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang tinggal dalam radius 94 kilo meter, sedangkan mereka yang tinggal di luar radius tersebut harus membantu dalam bentuk material terhadap mereka yang berjuang.

Semangat dakwah antikolonialisme sudah melekat pada diri Hasyim sejak belajar di Makkah, ketika jatuhnya dinasti Ottoman di Turki. Menurut Muhammad Asad Syihab (1994), Hasyim pernah mengumpulkan kawan-kawannya, lalu berdoa di depan Multazam, berjanji menegakkan panji-panji keislaman dan melawan berbagai bentuk penjajahan.

Semangat itu dia bawa tatkala kembali ke Indonesia dan dia tularkan kepada anaknya, Wahid Hasyim. Kelak, Wahid Hasyim dipercaya menjabat sebagai Menteri Agama pertama pada era Presiden Soekarno.

Sikap anti penjajahan juga sempat membawa Hasyim masuk bui ketika masa penjajahan Jepang. Waktu itu, kedatangan Jepang disertai kebudayaan 'Saikerei' yaitu menghormati Kaisar Jepang "Tenno Heika" dengan cara membungkukkan badan 90 derajat menghadap ke arah Tokyo setiap pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Budaya itu wajib dilakukan penduduk tanpa kecuali, baik anak sekolah, pegawai pemerintah, kaum pekerja dan buruh, bahkan di pesantren-pesantren. Bisa ditebak, Hasyim Asyari menentang karena dia menganggapnya 'haram' dan dosa besar.

Membungkukkan badan semacam itu menyerupai 'ruku' dalam sholat, hanya diperuntukkan menyembah Allah SWT. Menurut Hasyim, selain kepada Allah hukumnya haram, sekalipun terhadap Kaisar Tenno Heika yang katanya keturunan Dewa Amaterasu, Dewa Langit.

Akibat penolakannya itu, pada akhir April 1942, Hasyim Asyari yang sudah berumur 70 tahun dijebloskan ke dalam penjara di Jombang. Kemudian dipindah ke Mojokerto, lalu ke penjara Bubutan, Surabaya. Selama dalam tawanan Jepang, Kiai Hasyim disiksa hingga jari-jari kedua tangannya remuk tak lagi bisa digerakkan.

Hasyim Asyari lahir di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 dengan nama lengkap Mohammad Hasyim Asyari. Mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng dan organisasi NU. Kakek almarhum Gus Dur ini meninggal di Jombang, 25 Juli 1947 pada umur 72 tahun.

Alala tanalul ilma illa bisittatin

“Alala tanalul ilma illa bisittatin, saumbika an majmu bibayani: dzakaun, wa khirsun, wastikbarun, wabulghotun, wairsyadu ustadzin, wa tuulu zamnin” Kecerdasan, semangat, sabar dan pakai ongkos (biaya) Petunjuk (bimbingan) guru dan dalam tempo waktu yang lama”
Ilingo gak khasil ilmu anging nem perkoro
Bakal tak ceritakke kumpule kanthi pertelo
*
Rupo limpad, lobo, sabar, ono sangune
lang piwulange guru lan sing suwe mangsane
*
Jo takon songko wong siji takono kancane
kerono saktemene konco manut kang ngancani
*
Yen ono konco olo lakune ndang dohono
yen ono konco bagus enggal ndang kancanono
*
Ngajiho kerono ilmu mahesi ing ahline
lan ngunggulke lan dadi tonndho tingkah pinuji
*
Onoho ngalap faedah saben dino ing tambah
songko ilmu lan nglangi segoronr faidah
*
Ngajiho fikih kerono ngunggulke lan nuduhke
maring bagus lan wedi Allah luwih jejekke
*
Ilmu fikih kang nuduhke dalane pituduh
Hiyo benteng kang nylametake sekehe pekiwo
*
Wong ngalim fikih siji tur kang ngedohi haram
luwih abot timbang ‘abid sewu, mungguh syaithon
*
Gedhene kerusakan wong ngalim gak ngelakoni
Luwih gedhe timbang iku wong bodho ngelakoni
*
Karone iku agung-agunge fitnah dunyo
Tumrape wong kang tetanggan perkoro agama
*
Siro kepingin dadi ‘alim fikih kang weco
ra tanpo kangelan edan iku werno-werno
*
Onoto golek arto ora kanthi kangelan
dene ilmu koyo opo khasil gak kangelan
*
Naliko sampurno akale kedhik guneme
lan nyatakno kumperunge wong yen keh guneme
*
Matine wong sebab kepleset lisane
ora kok matine sebab kepleset sikile
*
Dene mlesete lisan nekakke balang endhas
dene mlesete sikil suwe-suwe biso waras
*
Wong duwe ilmu urip langgeng sakwuse mati
dene adon-adone bosok ning ngisor bumi
*
Wong bodho mati khale mlaku ning ndhuwur bumi
den nyono wong kang urip nanging podho wong mati
*
Kabeh wong maring derajat luhur obahe ati
Tapine kedhik poro rojul iku netepi
*
Naliko ono siro iku wuwuran kaum
mongko ngancanono siro ing baguse kaum
lan siro ojo sok ngancani wong kang asor
mongko sebab den sor ke serto kang asor
Tanbih:
Jumlah sedoyonipun wonten 37 podo/bait.
Kesambet ing sanes wekdal.
Mugi manfangati tumrap kito.
Disikkae ingsun ing guru ngareke bopo
Senajan oleh kamulyan ingsun songko bopo
*
Dene guru iku kang ngithik-ithik ing nyowo
Dene bopo iku den serupaake koyo soco
Dene wong tuwo iku kang ngitihk-ithik ing rogo
Dene rogo iku den serupaake wadah soco
*
Aku wis neqodake luwih khaq-khaqe bener
Yaiku khaqe wong kang nuduhake barang bener
Lan luwih tak teqodake luwih wajib den rekso
Mungguhe kabeh wong islam kepingin biso
*
Guru wis mesthi dihadiahi sewu dirham
Mulyakke kerono mulang huruf siji tur paham
*
Ningali ingsun maring siro kepingin mulyo
Mongko gak hasil mulyo siro yen during ini
*
Naliko olo lakune wong olo nyanane
Lan bener nyanane wong bener pengadatane
*
Ora ono menungso iku wujud perkoro
Kejobo sifat siji saking telung perkoro
Sewiji sifat mulyo kepindo mulyakne
Kaping telu iyo madani konco-koncone
*
Dene wong sak dhuwur kuwakawu weruh derajate
Lan aku manut khaqe mero mergo khaq barang mesthi
*
Dene wong sak podhoku lamun wong iku kleru
Podho ugo iku wong keluputan marang aku
Mongko aku wayah kenugerahan marang kang salah
Kerono nugerahan ngungguli shifat bungah
Dene wong sak ngisorku aku shobar biasa
Ngrekso kawirangan senajan aku den wodo
*
Tinggalo siro ing wong siji olo lakune
Tegese ojo males olo kang dilakoni
Kerono bakal den cukupi kelakuane
Lan sekabehe barang-barang kang dilakoni
*
Onoto kabeh dudu golongane wong tuno
Liwate kanthi nganggo di etung umur kito
*
Ngajiho ilmu siro kerono gak no wong siji
Iku den anaake kanthi uwis mangerti
Dene wong duwe ilmu mulyane lan agunge
Gak podo wong kang bodho inane lan asore
*
Lungoho soko deso perlu ngudi kamulyan
Kerono limang perkoro den temu ing palungan
*
Siji ilange susah loro rizqine tambah
Kaping telu tambah ngelmu nyebabake bungah
Kaping pate biso bagusi ing totokromo
Kaping ,limo merkoleh konco kang mulyo-mulyo
*
Senajan ono ing lelungan ngeroso ino ngumboro
Lan njunkung oro-oro lan ngelakoni sengsoro
*
Uripe wong anom luwih apike matine
Ing deso kumpul wong kang adu-adu lan wong drengki
Tammat “bita’liimul muta’alimi” bi ‘aunillah al malik al manan.
wallohu a’lam bis showab.
waljamdulillah hirobbil ‘alamiin.

Do"aQ

Yaa Allah Yaa Ghoniyyu, Yaa Fattah, Yaa Rozzaq Yaa Qoodiir, Yaa Rabb Yang maha Kaya dan memiliki kekuasaan atas segala sesuatu, Kami yg lemah ini memohon perlindungaan-Mu dari segala bala dunia dan akhirat, Yaa Hayyu Yaa Qoyyuum, jadikanlah saudara2 jamaah  ini Engkau Rahmati diri dan keluarganya, berikanlah mereka kesehatan keselamatan keberkahan pada keluarganya, dan terutama keimanan yaa Robb, jagalah mereka berkahi rejekinya, entengkan hatinya beribadah, dhuha, tahajud, bersedekah dan segala kebaikan lainnya. Kabulkan hajatnya ya Robb, lindungi mereka dari berbagai macam kesesatan lahir dan bathin, hilangkan semua penyakit lahir dan penyakit bathin, lindungi mereka, lindungi kami kaum Muslimin dimana pun mereka berada baik di Indonesia dan didunia, menangkan para pejuang-Mu ya Rabb.

Bukakanlah mana yang Haq dan mana yang bathil agar kami dapat membedakan, berilah cahaya-Mu ya Robb agar kami tidak salah jalan.

Yaa Allah Yaa Rohmaan Yaa Rohiim, Berilah balasan donatur dijalan Allah yg cintakan mengajak manusia dijalan-Mu, Dan Selamatkan kaum Muslimin yang tertindas, tinggikanlah Agama-Mu, berilah hidayah bagi yang belum mendapat hidayah, bukakanlah pintu hatinya menerima agama-Mu, kepada Engkau ya Robb kami berserah diri, Kami redho Engkau Robb kami, kami redho Islam sebagai agama / Dien kami, berilah kami kekuatan lahir dan bathin, dan kami redho Nabi Muhammad SAW sebagai Rosul dan pemimpin jalan hidup kami, Kabulkan hajat kami ya Robb, ikatkan hati-hati kami dalam iman dan Islam, walaupun dibatas jarak dan waktu, kepada-Mulah kami semua berharap. Singkirkanlah marabahaya kesesatan dan kurafat dari syetan berbentuk jin dan manusia dari kaum Muslimin, berilah kami pemimpin pilihan-Mu yg Engkau redhoi dan perduli dengan urusan kebaikan dunia demi keselamatan akhirat kami yaa Robb.

Lindungilah kami umat Muhammad Rosulullah shollallaahu 'alaihi wassalam, berilah cahaya Dien-Mu kepada kami semua, jagalah kami, bimbinglah kami, berilah kami pertolongan-Mu, Yaa Robb.

Yaa Malikiyaumiddiin Iyya kana buduwa iyyakanastain, Laa Hawlaa Walaa quwwata illaa billahil aliyyil adzhiiim. Kabulkan doa dan permintaan kami yaa Allaah, Aamiin Yaa Robbal alamiin.

RUMAH TANGGA

PESAN RASULULLAH SAW kepada FATIMAH

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridlaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridla denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah, bahwa ridla suami itu dari Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?

Ya Fathimah, apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Apabila ia mulai sakit melahirkan, maka Allah mencatatkan untuknya pahala orang -orang yang berjihad pada jalan Allah yakni perang sabil. Apabila ia melahirkan, maka keluarlah dari dirinya dosa-dosanya seperti ketika ia di lahirkan. Dan apabila ia meninggal, tiadalah ia meninggal dalam keadaan berdosa sedikitpun

Kalau mau diukur dengan materi, berapa rupiah yang dikeluarkan sebuah hotel hanya untuk mengatur tata ruang, mencuci sprei, dan memasak? Apalagi ibu yang mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, semestinya mendapat gaji yang besar. Sebagai informasi, menginap semalam saja disalah satu hotel di Bali, ada yang mematok harga Rp 10 hingga Rp 50 juta. Kalau diibaratkan rumah kita seperti hotel seperti dijelaskan di atas, maka ibu rumah tangga yang mengurusnya juga bisa dikatakan sebagai seorang profesional. Tinggal di sini kita harus mengasah diri dengan ilmu dan ketrampilan sehingga kita mampu membuat rumah kita bagai sebuah surga buat suami dan anak anak kita.

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu. Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang orang jahiliah yang dahulu.....(QS:Al-Ahzab:33).

Wanita pemimpin atas rumah suaminya dan atas anak anaknya (Muttafaqalaih).

Ayat dan hadits ini jelas sekali bahwa rumah adalah tempat yang terhormat bagi wanita. Karena dari rumahlah generasi-generasi Islam akan dibangun. Kokohnya suatu bangsa tergantung kokohnya keluarga. Maka tak sepantasnya rasa malu dan minder menghinggapi para ibu rumah tangga karena Allah telah menjamin pahala yang besar untuk mengganti kelelahannya.

Rasulullah SAW berkata pada anandanya untuk menghiburnya ketika melihat Fatimah bersedih dan hendak meminta pembantu untuk meringankan pekerjaan rumah tangganya. Jika Allah SWT menghendaki wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki di tuliskannya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh-Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridlaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridla denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah, bahwa ridla suami itu dari Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?

Ya Fathimah, apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Apabila ia mulai sakit melahirkan, maka Allah mencatatkan untuknya pahala orang -orang yang berjihad pada jalan Allah yakni perang sabil. Apabila ia melahirkan, maka keluarlah dari dirinya dosa-dosanya seperti ketika ia di lahirkan. Dan apabila ia meninggal, tiadalah ia meninggal dalam keadaan berdosa sedikitpun